Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Juni 2018 | 12.33 WIB

Cium Tangan SBY, Gatot Masih Ngarep Dukungan Demokrat?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat mencium tangan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelang buka bersama di Rumah Chairul Tanjung. - Image

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo saat mencium tangan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelang buka bersama di Rumah Chairul Tanjung.


JawaPos.com - Aksi Gatot Nurmantyo mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat viral masih terus menuai spekulasi politik. Pasalnya, hal itu terjadi lantaran mantan Panglima TNI sedang gencar mencari dukungan politik untuk maju di Pilpres 2019.


Gatot memang menampik foto cium tangan itu bernuansa politik. Dia mengaku hal itu hanya bentuk penghormatan dari prajurit junior kepada seniornya. Dalam bahasa sang Jenderal purnawiran bintang emapt itu, dia menganggap SBY sebagai orangtuanya sendiri.


Menanggapi hal itu, Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia Zaenal A Budiyono menilai, wajar saja publik berspekulasi atas kejadian itu, karena sebelumnya belum pernah terjadi Gatot mencium tangan SBY di depan banyak orang. 


Sebagai junior di militer, lanjut Zaenal, respek terhadap senior adalah sebuah kewajaran. Tapi ekspresi dengan cium tangan bukan tradisi tentara.


"Justru lebih dekat ke hubungan tradisional. Misalnya mencium tangan kiai dan ulama," kata Zaenal.


Menurut pengajar ilmu politik itu, cium tangan Gatot kepada SBY bisa juga diartikan sebagai pesan harapan akan dukungan dari Presiden RI ke-6.


"Gatot bisa saja berharap dukungan dari SBY dan Partai Demokrat untuk memuluskan misinya di 2019, karena sejauh ini Gatot kesulitan mendapat tiket dari parpol," jelas Zaenal.


Lebih lanjut, Zaenal yang juga Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC) itu berpendapat, Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan arah dukungannya di Pilpres 2019. Bahkan, bukan tidak mungkin bisa ke Jokowi, Prabowo, atau bergabung bersama tokoh alternatif jika masih ada.


Namun, dia menilai Demokrat akan sulit memberikan dukungan kepada Gatot lantaran poros ketiga hingga kini tak terlihat kemajuan berarti.


"Apalagi di kubu SBY masih ada nama AHY yang juga cukup positif di survei. Dengan demikian jalan Gatot masih cukup terjal karena peta dukungan parpol yang belum di tangan," ujarnya.


Diketahui, Gatot bertemu SBY saat di acara buka puasa bersama di rumah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Sabtu pekan lalu. Saat itu, kata Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, Gatot tiba-tiba menghampiri dan mencium tangan SBY. Ferdinand juga menegaskan tidak ada pembicaraan politik dalam pertemua tersebut.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore