
BURUH: Ribuan buruh di Sidoarjo mendukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim.
JawaPos.com - Ada saja ekspektasi para buruh PT Hair Star Indonesia, Sidoarjo. Cukup kreatif, karena rasa senang dan kagumnya terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, mereka menyerukan kalimat nomor 1 yes yang lain lewat pada sebuah kertas karton, Rabu (6/6).
Poster buatan tangan ini di elu-elukan oleh sebagian buruh saat menerima kunjungan Cawagub nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak di perusahaannya. Ribuan buruh yang mayoritas kaum hawa ini menyambut gembira kedatangan suami Arumi Bachsin ini.
"Ternyata ganteng ya, lebih ganteng dari posternya," celetuk salah satu karyawan.
Ardian salah satu karyawan di perusahaan pembuat rambut sintetis ini menuturkan bawasanya poster yang dibuatnya merupakan inisiatif pribadinya untuk mendukung Emil dalam Pilgub Jatim. Ia menilai, sosok Emil merupakan tokoh muda yang hebat serat pintar.
"Ini inisiatif sendiri untuk mendukung Kang Emil untuk Jatim 1. Menurut saya Kang Emil ini baik, kan sudah terbukti di Trenggalek. Apalagi melihat hasil debat kemarin beliau sangat luar biasa," katanya.
"Kami berharap dengan kepemimpinan Ibu Kofifah dan Emil Dardak nantinya, Jawa Timur bisa lebih maju dan tetap memperhatikan kesejahteraan buruh dan kemajuan dunia usaha," sambung Ardian.
PT Hair Star Indonesia Sidoarjo merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan Wig, yang hasil produksinya mayoritas di ekspor keluar Indonesia. Dengan 3.000 karyawan, PT Hair Star Indonesia mampu memproduksi kurang lebih 300.000 pcs wig setiap bulannya.
Hair Star sendiri sempat memiliki 6.000 pekerja, karena ketatnya persaingan dunia usaha kini karyawan perusahaan ini tinggal separuhnya saja.
Persaingan usaha dan kondusifitas dunia usaha untuk memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat tentunya tentunya perlu menjadi perhatian pemerintah. Menyikapi hal ini Doktor lulusan Jepang ini menegaskan pada prinsipnya Pemerintah harus bisa membawa keadilan bagi semua pihak.
"Kita ingin bersama-sama Jawa Timur bisa berdaya saing dan bisa mensejahterakan para pekerjanya. Tentunya daya saing ini akan diukur dengan pertimbangan-pertimbangan yang salah satunya daya saing." kata Emil.
"Seperti yang saya katakan tadi, daya saing ini adalah kompleks, selain upah kita juga banyak membahas terkait peningkatan kesejahteraan pekerja dalam beberapa hal sepertihalnya terjangkaunya akan kesehatan serta pendidikan yang gratis dan berkualitas Tis Tas," imbuhnya.
Selain itu, lanjut, Emil, juga perlu adanya peningkatan kualitas para tenaga kerja. Hal itu harus diperhatikan agar para pekerja bisa mengimbangi kemajuan teknologi.
"Kita punya BLK, namun fokusnya masih kepada masyarakat yang belum pernah kerja saja. Ke depan kita juga harus bisa memikirkan peningkatan kualitas pekerja untuk bisa mengembangkan potensinya untuk menjawab tantangan-tantangan kedepan sepertihalnya datangnya revolusi industri ke-4," tandas Waketum APKASI ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
