
KIRAB TING: Sejumlah abdi dalem tengah bersiap untuk mengikuti kirab Ting di malam 21 bulan Ramadan, Senin (4/6).
JawaPos.com - Keraton Kasunanan Surakarta mempunyai tradisi unik yang digelar setiap malam 21 bulan Ramadan. Tradisi tersebut bernama kirab ting atau lampu pijar. Dan berdasarkan perhitungan keraton, malam 21 Ramadan jatuh pada Senin (4/6). Untuk itulah, Keraton mengadakan Kirab Ting.
Sebelum kirab diadakan, sejumlah persiapan dilakukan. Para kerabat keraton, sentana dan juga abdi dalem berkumpul di Sitihinggil. Dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap, mereka pun mengadakan sejumlah prosesi dan doa. Tidak lupa beberapa kelengkapan untuk kirab turut dihadirkan. Seperti lampu ting, dan beberapa lampion dengan berbagai bentuk.
Lampion tersebut dihadirkan dengan beragam warna yang indah. Lampion-lampion tersebut dibawa oleh para abdi dalem. Sementara itu, sejumlah abdi dalem berpakaian prajurit keraton juga hadir. Lengkap dengan senjata dan peralatannya.
Tidak hanya itu, ada juga tumpeng sewu yang dihadirkan. Nantinya tumpeng tersebut dibagikan kepada masyarakat yang ingin mencicipinya.
Ketua Lembaga Hukum Keraton, Eddy Wirabhumi mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu tradisi yang diadakan keraton Surakarta dalam rangka memperingati malam 21 di bulan Ramadan.
"Malam selikuran atau 21 ini merupakan malam seribu bulan, atau malam datangnya Lailatul Qadar," ungkapnya kepada JawaPos.com, di sela kirab Ting, Senin (4/6).
Lebih lanjut, suami G.K.R. Wandansari Koes Moertiyah atau akrab disapa Gusti Moeng itu menambahkan, sesuai perhitungan keraton bahwa malam 21 itu jatuh pada Senin (4/6).
Hal ini berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, mengingat saat bulan purnama jatuh pada tanggal 29 Mei. "Pada saat malam bulan purnama itu kan 15 hari puasa, dan itu jatuh pada tanggal 29 Mei kemarin. Dari perhitungan itu, berarti malam 21 tepat hari ini," ungkapnya.
Prosesi kirab Ting sendiri akan dimulai dari kirab memutari keraton dan berakhir di Masjid Agung.
Nantinya, tumpeng yang dibawa kirab akan dibagikan di masjid Agung. Tetapi, sebelum dibagikan, tumpeng seribu didoakan terlebih dahulu. Pembagian ini diharapkan agar mendapatkan berkah dari datangnya malam Lailatul Qadar.
"Nanti didoakan dulu, baru dibagikan kepada warga. Diharapkan didapatkan berkah dari datangnya malam Lailatul Qadar," ungkapnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
