Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Juni 2018 | 02.05 WIB

Permintaan Daging Sapi Menurun Selama Ramadan

Ilustrasi: daging sapi - Image

Ilustrasi: daging sapi

JawaPos.com - Meski harga sejumlah kebutuhan pokok melambung selama Ramadan ini, namun permintaan daging justru menurun. Terbukti, Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Makassar, mengurangi jumlah sapi yang dipotong setiap hari. Diprediski, permintaan daging baru akan meningkat H-3 Lebaran.


Direktur Operasional PD RPH Kota Makassar, Moch Luthfie Noegraha, mengatakan, selama Ramadan, jumlah sapi yang dipotong maksimal 80 ekor per hari. "Sebelum Ramadan, kita potong sampai 100 ekor per hari," ujarnya saat menerima kunjungan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di RPH Antang, Minggu (3/6), sebagaimana dikutip dari Fajar (Jawa Pos Group).


Luthfie menjelaskan, penurunan jumlah pemotongan sapi saat Ramadan karena banyak rumah makan yang tutup. Termasuk penjual coto, pallu basa, dan bakso. Katanya, pembeli daging terbanyak selama ini adalah pedagang bakso.


Luthfie menyebut, dari delapan hingga sembilan ton daging sapi yang tersedia setiap hari, pedagang bakso menghabiskan sekitar empat ton. "Jadi memang pedagang bakso ini yang paling banyak," ujarnya.


Pemotongan sapi akan meningkat drastis menjelang lebaran. Menurut Luthfie, pada H-3 Lebaran, RPH akan memotong hingga 300 ekor sapi, dan 500 ekor pada H-2. "H-1 kan tidak memotong lagi. Kita juga menyiapkan 100 ekor sapi cadangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan," sebutnya.


Dari data BPS yang diketahui Lutfie, Makassar membutuhkan daging hingga 24 ton per hari. Artinya ada kekurang sekitar 15 ton per hari. "Jadi kekurangan ini ditutupi pemerintah dengan menghadirkan daging impor," ungkapnya.


Selama ini, lanjut dia, ada 24 pengsaha menjadi mitra RPH. Mereka mendatangkan sapi dari berbagai daerah. "Jadi sapi paling banyak dari Bone. Kalau antarprovinsi dari NTT. Daerah lainnya di Sulsel dari Maros, Barru, Bantaeng, Sinjai, Wajo, dan Soppeng," sebutnya.


Kunjungan KPPU


Subuh-subuh, tim Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendatangi RPH di Jalan Tamangapa, Antang Raya, Minggu (3/6) sekira pukul 02.30 Wita.


Tim dipimpin Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Makassar, Aru Armando. KPPU menggali informasi terkait harga daging hingga perusahaan yang menjadi mitra RPH.


"Dari survei yang kita lakukan di 10 kabupaten kota di Sulsel, hasilnya sama, stabil. Harganya Rp 95 ribu per kilogram di tingkat RPH dan Rp 100 ribu per kilogram di tingkat konsumen," kata Aru di halaman PD RPH.


Untuk kenaikan harga, sebut Aru, akan ada kenaikan harga menjelang lebaran. "Jadi H-3 dan H-2 harga diperkirakan akan meningkat menjadi Rp 110 sampai Rp 115 ribu per kilogram. Itu karena tidak ada pemotongan di H-1," ujarnya.


KPPU memastikan tak ada kartel sapi di RPH Makassar. Itu karena banyak pengusaha yang terlibat di sana. "Jadi ada 24 pelaku usaha dan tentunya ini sangat banyak. Dan ini baik untuk mengantisipasi spekulan atau adanya kartel. Jadi saya sangat yakin itu," pungkasnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore