
Iran pastikan negara lain tak keluar dari Perjanjian Nuklir Iran
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan, dunia harus berdiri melawan perilaku perundungan yang dilakukan Washington. Sebagai seorang diplomat tinggi, ia mengatakan, Iran telah mengintensifkan upaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir setelah AS keluar dari Perjanjian Nuklir Iran.
Dalam sebuah surat dari Mohammad Javad Zarif kepada rekan-rekannya pekan lalu, dia memastikan penandatangan yang tersisa dengan mitra dagang lainnya. Hal ini dilakukan untuk menebus kerugian Iran yang disebabkan oleh keluarnya AS.
"Perjanjian Nuklir Iran bukan hanya milik penandatangannya sehingga satu pihak dapat menolaknya berdasarkan kebijakan domestik atau perbedaan politik dengan mantan pemerintahan sebelumnya," kata Zarif seperti dikutip dalam surat itu, dilansir dari Reuters Senin (4/6).
"Perjanjian nuklir adalah hasil dari pembicaraan multilateral yang teliti, sensitif, dan seimbang", kata Zarif. Ia juga menambahkan, hal itu tidak dapat dinegosiasi ulang seperti yang dituntut AS.
Dia mengatakan, AS melakukan penarikan ilegal dari Perjanjian Nuklir Iran dan melakukan metode perundungan untuk mengajak pemerintah lain ikut menarik diri dari perjanjian nuklir tersebut. AS telah mendiskreditkan supremasi hukum di arena internasional.
Presiden AS Donald Trump menarik AS keluar dari Perjanjian Nuklir Iran bulan lalu. Padahal perjanjian nuklir itu berisi kesepakatan untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran dengan imbalan pengekangan terhadap program nuklirnya.
Negara yang tersisa dalam Perjanjian Nuklir Iran antara lain Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan Tiongkok. Negara-negara itu masih melihat perjanjian internasional sebagai kesempatan terbaik untuk menghentikan Teheran mengembangkan senjata nuklirnya dan berusaha menyelamatkannya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah menetapkan serangkaian ketentuan pada kekuatan Eropa jika mereka ingin Teheran tetap mengikuti perjanjian nuklir. Termasuk langkah-langkah untuk menjaga perdagangan dengan Teheran dan menjamin penjualan minyak Iran.
Negara-negara yang masih tersisa dalam Perjanjian Nuklir Iran telah memperingatkan AS bahwa keputusannya untuk menarik diri dari pakta tersebut membahayakan upaya untuk membatasi kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
