
Novel Baswedan saat menyambut kedatangan awak media di kediamannya di Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (27/2)
JawaPos.com - Aparat penegak hukum di Indonesia masih kerap kali mendapat teror akibat menangani sebuah kasus pidana. Tercatat 2 kejadian tidak mengenakan pernah terjadi, yakni penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penculikan anak dari Kasi Pidsus Kejari Timur Tengah Utara, Kunrad Mantholis.
Atas dasar itu Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Reda Manthovani mendukung upaya adanya perlindungan keselamatan bagi penegak hukum Indonesia. Hal ini dianggap sudah selayaknya dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi aparat penegak hukumnya.
"Mengapresiasi dan Mendukung Perlindungan kepada Aparat Penegak Hukum dalam pelaksanaan tugas," ujar Reda di Jakarta, Minggu (3/6) kemarin.
Perlindungan hukum terhadap aparat penegak hukum dianggap penting untuk menunjang kinerja mereka. Dengan adanya jaminan keselamatan bagi aparat penegak hukum dan keluarganya diharapkan penegakkan hukum di Indonesia dapat berjalan lebih profesional.
"Pentingnya perlindungan hukum terhadap aparat penegak hukum dalam penanganan perkara dari tingkat penyelidikan sampai dengan eksekusi untuk menjamin terselenggaranya proses penegakan hukum yang profesional," lanjut Reda.
Lebih jauh Reda berpendapat bahwa kasus yang menimpa Novel Baswedan dan Jaksa Kunrad Mantholis seharusnya sudah menjadi warning bagi pemerintah bahwa aparat penegak hukum dalam bayang-bayang teror. Sehingga Reda meminta agar pemerintah lebih serius menyikapi perlindungan hukum bagi aparatnya.
"Apa yang terjadi kepada Novel Baswedan dan Richard Anak dari Jaksa Kunrad Mantholis adalah merupakan cerminan akan pentingnya untuk memberikan perlindungan hukum bagi Apgakum (aparat penegak hukum)," tandasnya.
Senada dengan Reda, harapan senada juga diinginkan wadah pegawai KPK. Menurut Wakil Ketua Wadah Pegawai KPK Yadyn, perlindungan terhadap Apgakum penting dilakukan agar mereka bisa bekerja dengan maksimal.
"Pentingnya perlindungan hukum terhadap aparat penegak hukum dalam penanganan perkara dari tingkat penyelidikan sampai dengan eksekusi untuk menjamin terselenggaranya proses penegakan hukum yang profesional," tegas Wakil Ketua Wadah Pegawai KPK Yadyn.
Apa yang terjadi kepada Novel Baswedan dan Ricad Anak dari Jaksa Kudrat Mantolas katanya, adalah merupakan cerminan akan pentingnya untuk memberikan perlindungan hukum bagi Apgakum dalam setiap tingkat proses penanganan perkara yang dilakukan oleh penyelidik, penyidik, jaksa penuntut umum maupun oleh hakim.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
