Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Juni 2018 | 12.50 WIB

Habitat Menyempit, Kawanan Monyet Serbu Perumahan Elite

Kawanan monyet yang memasuki perumahan elite di Balikpapan Utara membuat warga penghuni resah. - Image

Kawanan monyet yang memasuki perumahan elite di Balikpapan Utara membuat warga penghuni resah.

JawaPos.com - Kawanan monyet yang menyerbu kawasan Perumahan Wika, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, membuat warga resah. Terutama warga di RT 15.


Secara beruntun, di pagi dan sore hari, kawanan monyet merangsek ke dalam rumah warga. Membuat kegaduhan, merampok makanan hingga merusak dan mengacak-acak isi rumah.


"Sampai makanan dalam kulkas diambilin," terang Ketua RT 15 Gunung Samarinda Baru, Slamet Iman Santoso, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Gup), Minggu (3/6).


Kondisi monyet masuk ke perumahan sebenarnya sudah terjadi dua tahun terakhir. Namun, dalam jumlah kecil dan tidak sampai masuk ke dalam rumah warga.


Akan tetapi, kali ini monyet datang dengan jumlah lebih banyak. Bahkan beberapa warga melapor, bahwa rumahnya dimasuki sedikitnya enam ekor monyet. Dari ukuran dewasa hingga yang masih anak-anak.


"Dan mereka melawan kalau diusir. Agresif. Khawatirnya menyerang khususnya yang punya anak," ungkap Iman.


Sedikitnya dalam dua bulan terakhir, ada enam rumah warga yang disambangi monyet. Tak hanya mencuri makanan, kawanan ekor panjang itu juga mencuri benda-benda mengilap.


Kasus terbaru, seorang warga kehilangan spion mobilnya. Tak hanya satu, namun sepasang. "Kami kira dicuri manusia. Ternyata ada yang melihat yang mencuri itu monyet," sebutnya.


Soal asal monyet, Iman menduga berasal dari hutan kota dekat perumahan. Namun, diduga karena kondisinya semakin menyempit dan pasokan makanan untuk primata itu berkurang.


Maka kawanan ini masuk ke perumahan. Guna menanggulangi persoalan ini, pihaknya sudah melapor ke kantor Lurah Gunung Samarinda Baru. "Warga kini tak berani lagi buka pintu. Apalagi pintu belakang. Jendela juga harus ditutup rapat," ujarnya.


Sementara itu Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Pertama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Posda Gressya menyatakan, bahwa monyet kera ekor panjang memang terkenal mampu beradaptasi di luar habitat hutan. Berani mencari makanan dan berhadapan langsung dengan manusia. Bahkan dikenal agresif.


"Yang mengkhawatirkan, bisa menularkan penyakit. Misal hepatitis," ungkap Gressya.


Pihaknya mengaku baru mendengar kondisi ini ketika dihubungi Kaltim Post. Karena itu, dia meminta agar ada warga atau pemerintahan setempat segera membuat laporan agar bisa ditindaklanjuti balai.


Sebab, jika dibiarkan bisa menimbulkan konflik antara hewan dan manusia. “Kami minta segera dilaporkan. Nanti kami akan tinjau ke lapangan bagaimana kondisinya,” ucap Gressya.


Ada tiga alternatif penanggulangan yang ditawarkan. Pertama, menggiring monyet ke habitat aslinya. Jika habitat aslinya dilihat sudah tak memadai, maka akan dipindahkan ke hutan lain yang memungkinkan kawanan ini hidup.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore