Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Juni 2018 | 08.52 WIB

Ribuan Pemuda Jaga Masjid dari Paham Radikalisme

Menpora Imam Nahrawi dan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jatim Kombes Pol Gamar Basri foto bersama usia mengukuhkan ribuan pemuda yang tergabung dalam Laskar Pemuda Masjid Anti-radikalisme. - Image

Menpora Imam Nahrawi dan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jatim Kombes Pol Gamar Basri foto bersama usia mengukuhkan ribuan pemuda yang tergabung dalam Laskar Pemuda Masjid Anti-radikalisme.

JawaPos.com - Laskar Pemuda Masjid Anti-radikalisme resmi dibentuk. Anggotanya ribuan pemuda. Sesuai namanya, mereka bertugas menjaga masjid dari paham radikalisme.


Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berkesempatan mengukuhkan Laskar Pemuda Masjid Anti-radikalisme. Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Jatim Kombes Pol Gamar Basri turut menghadiri acara pengukuhan yang digelar di Masjid Al-Akbar, Surabaya.


Imam mengatakan, pengukuhan tersebut adalah tanda keikutsertaan generasi muda dalam upaya menghapus aksi dan paham radikalisme. Sehingga radikalisme dapat menjadi musuh bersama.


"Kalau tidak seperti itu, maka (ancaman radikalisme) akan menjadi bom waktu bagi bangsa ini," kata Imam di Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya, Sabtu (2/6).


Menurut Imam, pembentukan organisasi pemuda semacam ini cukup efektif. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa bibit radikalisme mudah tumbuh subur di masjid.


Sebagai Menpora, Imam akan terus menyatakan dukungan. "Kami dari Kementerian Pemuda dan Olahraga akan terus mendukung gerakan ini. Apalagi gerakan ini muncul dari aktivis masjid," kata Imam.


Lebih lanjut, Imam memberi beberapa tips jitu bagi pemuda Laskar Pemuda Masjid Anti-radikalisme. Yakni para pelajar dan mahasiswa harus rajin beribadah di masjid.


Kemudian masjid harus dijadikan basis dakwah, sosial, ekonomi dan bahkan olahraga. "Jangan jadikan masjid sebagai cikal bakal lahirnya radikalisme. Jadilah takmir di sana. Muadzin, imam dan jadikan masjid sebagai gerakan cinta tanah air," tutur Imam.


Sementara itu, Laskar Pemuda Islam Anti-radikalisme digawangi anak muda dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP). Antara lain Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Pelajar Islam Indonesia.


Organisasi tersebut tidak hanya berupaya memberantas radikalisme di masjid. Mereka juga akan berupaya memberantas radikalisme di sekolah dan kampus.


"Karena aksi pengeboman yang mengatasnamakan Islam secara beruntut di Jakarta, Surabaya, Sidoarjo dan Pekanbaru, masih remaja. Mereka masih duduk di bangku sekolah," sambung inisiator Laskar Pemuda Islam Anti-radikalisme Helmy M Noor.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore