
Sihar Sitorus saat berkunjung ke rumah Hitler Silaban yang dijadikan Rumahku DJOSS, Jumat (1/6) malam.
JawaPos.com - Masyarakat Desa Sumbul, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) berharap banyak pada pasangan Calon Gubernur (Cagub) Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus. Utamanya, soal pendidikan dan pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat.
Hal itu, diungkapkan oleh Warga Parongil, Desa Sumbul, Jumat (1/6) malam kepada Sihar Sitorus yang berkunjung ke sana. Agenda itu, dibungkus dalam silahturahmi Rumahku DJOSS yang selama ini menjadi andalan Djarot-Sihar untuk mendengar keluhan masyarakat.
Di Desa Sumbul, rumah milik Hitler Silaban, dijadikan tempat Rumahku DJOSS. Warga berharap, perhatian Djarot-Sihar di bidang pendidikan dan pertanian harus direalisasikan.
Disana, salah seorang warga bernama Pendi Sihombing mempertanyakan masalah pendidikan kepada Sihar. Pertanyaan itu terfikus soal Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Sejauh mana bantuan BOS yang diterima siswa sampai saat ini di Dairi?. Karena selama ini, kami tidak mengetahui apakah ada syarat untuk menerima dana BOS itu. Apakah ada kerja sama dengan Pemda untuk penyalurannya," ungkap Pendi dalam pernyataannya yang diterima, Sabtu (2/6).
Sementara itu, Nutro Sihombing warga lainnya, mempertanyakan soal pertanian. Dirinya berharap, perhatian pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup petani dan juga meningkatkan hasil pertanian lebih berkualitas. "Warga di sini, sebagian besar adalah petani. Tentu harapan kami, adalah bagaimana agar hasil pertanian kami lebih berkualitas," ujarnya.
Menjawab hal tersebut, Sihar mengatakan, persoalan pendidikan tingkat SMA adalah wewenang pemerintah provinsi dan tingkat SD hingga SMP atau sederajat ditanggani pemerintah kabupaten/kota setempat. Namun, Sihar menegaskan, dirinya bersama Djarot telah menyiapkan program Kartu Sumut Pintar.
"Anak-anak harus sekolah, tidak ada lagi anak putus sekolah. Sekarang masih tinggi angka anak putus sekolah, sekitar 13 persen. Target harus selesai pendidikan 12 tahun. Harus menyelesaikan pendidikannya," tegas Sihar.
Soal pertanian, Sihar menjelaskan bahwa, pihaknya mendorong agar para petani untuk meningkatkan rasa kebersamaan. Para petani harus bergotong royong dalam meningkatkan hasil pertanian untuk menjadi lebih berkualitas.
"Petani harus satu pemikiran. Tidak lagi berbicara sebagai satu persatu tetapi berbicara atas nama bersama. Kita bisa bicara benih unggul, tapi kita harus tahu dan menjalankan mekanismenya. Dengan kebersamaan ini, hasil bisa seragam, tidak berbeda-beda," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, pria murah senyum itu juga menyebutkan, selain kedua hal itu, pihaknya juga menyiapkan program Kartu Sumut Sehat dan Kartu Sumut Sejahtera. Seluruh program tersebut adalah sebagai bentuk perhatian kepada warga agar target menjadikan Sumut sejahtera dapat terwujud.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
