Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Juni 2018 | 03.34 WIB

Gerakan Saweran Tak Optimal, Sudirman: Kita Himpun dengan Cara Manual

Deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen bertajuk - Image

Deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen bertajuk

JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku gerakan saweran miliknya kurang optimal. Meski begitu, pasangan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018 ini menyebut politik saweran masih berjalan dan bahkan kini menimbulkan efek positif lain.


Sudirman mengungkapkan gerakan saweran yang diinisiasi sebagai bentuk demokrasi partisipasi warga untuk menekan mahalnya biaya politik yang tinggi, kurang diminati. "Saya harus katakan, saweran minatnya kurang. Kita akhirnya himpun dengan cara-cara manual," ujarnya saat ditemui di Hotel Patra Jasa, Semarang, Sabtu (2/6).


Gerakan saweran, sebagaimana diketahui merupakan partisipasi berbasis kesadaran dan swadaya untuk melakukan perubahan bagi Jateng. Terkumpulnya dana dari uang saweran, awalnya diharapkan mampu dipergunakan untuk meringankan mahalnya biaya politik.


Politik saweran ini juga diketahui telah menciptakan gerakan tersendiri diantara para komunitas pendukung Sudirman-Ida, seperti Gerakan Sepuluh Ribu (Gasebu) pada April 2018 lalu. Kemudian, perwakilan relawan Jateng Zumroni, juga pernah menyebut bagi siapa saja yang ingin menyukseskan gerakan Gasebu tersebut, dapat melakukan donasi melalui laman website www.saweranjateng.id.


Sudirman yang enggan menyebut nominal donasi terkumpul untuk program ini, juga mengatakan bahwa gerakan saweran ini belum dapat berjalan maksimal lantaran dipengaruhi sistem. "Mungkin karena tidak terlalu memudahkan. Sistem baru, dulu di Jakarta juga sama. Kita mau coba lagi tapi waktunya mepet," terangnya.


Tak lantas menganggap gerakan ini gagal total, Sudirman mengatakan kurang optimalnya politik saweran di sisi lain malahan menumbuhkan semangat militansi dari para relawan. Sehingga keterbatasan dana dapat dengan mudah teratasi.


"Inti dari politik kita adalah saweran, masih berjalan. Dan saya berterima kasih pada seluruh relawan dan elemen, justru dengan keterbatasan (keuangan) malah memunculkan kegiatan militansi di mana-mana. Muncul lingkaran-lingkaran relawan yang dengan mandiri membiayai kegiatan mereka," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore