
Deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen bertajuk
JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku gerakan saweran miliknya kurang optimal. Meski begitu, pasangan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018 ini menyebut politik saweran masih berjalan dan bahkan kini menimbulkan efek positif lain.
Sudirman mengungkapkan gerakan saweran yang diinisiasi sebagai bentuk demokrasi partisipasi warga untuk menekan mahalnya biaya politik yang tinggi, kurang diminati. "Saya harus katakan, saweran minatnya kurang. Kita akhirnya himpun dengan cara-cara manual," ujarnya saat ditemui di Hotel Patra Jasa, Semarang, Sabtu (2/6).
Gerakan saweran, sebagaimana diketahui merupakan partisipasi berbasis kesadaran dan swadaya untuk melakukan perubahan bagi Jateng. Terkumpulnya dana dari uang saweran, awalnya diharapkan mampu dipergunakan untuk meringankan mahalnya biaya politik.
Politik saweran ini juga diketahui telah menciptakan gerakan tersendiri diantara para komunitas pendukung Sudirman-Ida, seperti Gerakan Sepuluh Ribu (Gasebu) pada April 2018 lalu. Kemudian, perwakilan relawan Jateng Zumroni, juga pernah menyebut bagi siapa saja yang ingin menyukseskan gerakan Gasebu tersebut, dapat melakukan donasi melalui laman website www.saweranjateng.id.
Sudirman yang enggan menyebut nominal donasi terkumpul untuk program ini, juga mengatakan bahwa gerakan saweran ini belum dapat berjalan maksimal lantaran dipengaruhi sistem. "Mungkin karena tidak terlalu memudahkan. Sistem baru, dulu di Jakarta juga sama. Kita mau coba lagi tapi waktunya mepet," terangnya.
Tak lantas menganggap gerakan ini gagal total, Sudirman mengatakan kurang optimalnya politik saweran di sisi lain malahan menumbuhkan semangat militansi dari para relawan. Sehingga keterbatasan dana dapat dengan mudah teratasi.
"Inti dari politik kita adalah saweran, masih berjalan. Dan saya berterima kasih pada seluruh relawan dan elemen, justru dengan keterbatasan (keuangan) malah memunculkan kegiatan militansi di mana-mana. Muncul lingkaran-lingkaran relawan yang dengan mandiri membiayai kegiatan mereka," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
