
Kota Abu Dhabi diancam keamanannya oleh pemberontak Houthi
JawaPos.com - Juru Bicara Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman Brigadir Jenderal Sharaf Ghaleb Loqman mengancam akan meluncurkan rudal yang menargetkan Uni Emirat Arab (UEA). Seperti dilansir Al Jazeera pada Sabtu, (2/6), Loqman mengatakan, Abu Dhabi tidak aman lagi setelah hari ini.
Ia memperingatkan investor di Dubai dan Abu Dhabi untuk menanggapi serius pernyataannya. Pernyataan itu muncul di tengah kemajuan pergerakan pasukan Yaman yang didukung UEA di kota pelabuhan Hodeidah di Yaman Barat.
Kelompok pemberontak Houthi secara efektif berada di bawah blokade darat, laut, dan udara jika mereka kehilangan kendali atas Kota Hodeidah, kota terbesar ketiga di negara itu.
Yaman, negara termiskin di dunia Arab, telah didera selama lebih dari tiga tahun oleh perang berdarah antara pemberontak Houthi dan pendukung pemerintah Yaman. Pada September 2014, Houthi menguasai Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan melanjutkan pemberontakan menuju arah selatan menuju kota terbesar kedua negara itu, Aden.
Menanggapi kemajuan gerakan Houthi, sebuah koalisi negara-negara Arab, termasuk UEA, meluncurkan kampanye militer pada tahun 2015 untuk mengalahkan Houthi dan memulihkan Pemerintah Yaman yang digulingkan.
Pada bulan Desember tahun lalu, UAE menolak laporan pemberontak Houthi menembakkan rudal jelajah ke wilayah udaranya. Koalisi pimpinan Yaman dan Saudi pada Mei mengumumkan dimulainya operasi militer berskala besar di pantai barat Yaman yang bertujuan merebut kendali kota pelabuhan strategis.
"Hodeidah berjarak 20 km dan operasi kami akan terus berlangsung," kata Juru Bicara Koalisi Yaman-Saudi, Kolonel Turki Al Malki pada konferensi pers di Ibu Kota Saudi, Riyadh, pekan lalu.
Pertempuran di Hodeidah, gerbang utama untuk impor pasokan bantuan dan barang-barang komersial, meningkat awal tahun ini. Arab Saudi melihat pelabuhan Hodeidah sebagai titik masuk persenjataan untuk Houthi dan menuduh saingan regional Iran mengirim rudal ke pemberontak Houthi namun Teheran menolak tudingan Saudi.
PBB menyebut Yaman mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Banyak warga Yaman kelaparan akibat perang.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
