
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerja sama dengan PLN Wilayah Aceh melalui Tim Malem Diwa Fakultas Teknik berinovasi menciptakan becak listrik type BC-L01.
JawaPos.com - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melalui Tim Malem Diwa Fakultas Teknik resmi meluncurkan inovasi becak listrik ke publik, Jumat (1/6). Kendaraan beroda tiga dengan type BC-L01 tersebut diklaim memiliki tiga keunggulan sekaligus.
Wakil Dekan I Fakultas Teknik Unsyiah Iskandar mengungkapkan, tiga keunggulan itu ialah green energy, ergonomics design dan innovative design. Sementara untuk dayanya menggunakan baterai 12 Volt sebanyak lima unit. “Selanjutnya becak listrik ini akan diserahkan kepada persatuan becak mesin yang ada di Banda Aceh untuk disosialisasikan,” ujarnya di Banda Aceh, Jumat (1/6).
Iskandar menjelaskan, becak listrik tersebut dibuat oleh Tim Diwa Unsyiah gabungan dari mahasiswa dan para dosen. Meskipun bertenaga listrik, becak ciptaan mereka, imbuhnya mampu melaju cepat dan menempuh jarak jauh. "Becak ini mampu berjalan dengan kecepatan maksimum 40 km/jam dan menempuh jarak sejauh 35-40 kilometer," sebutnya.
Selain menciptakan becak listrik, Tim Malem Diwa Unsyiah juga berhasil menciptakan beberapa produk inovasi baik mobil listrik maupun mobil bertenaga surya. Pihaknya terus dan selalu berusaha membuat trobosan serta inovasi baru.
"Semua inovasi ini juga telah berhasil meraih prestasi dari berbagai kompetisi baik dalam mapun luar negeri," terangnya.
Sementara itu, Rektor Unsyiah Samsul Rizal mengungkapkan, kehadiran becak listrik ini merupakan hasil kerja sama antara Unsyiah dengan PLN Wilayah Aceh. PLN memberikan dukungan dana sementara proses pembuatan becak listrik dilaksanakan oleh Tim Malem Diwa Unsyiah.
“Unsyiah sangat berterima kasih atas kepercayaan PLN terkait kerja sama ini. Karena bagaimana pun juga trust (kepercayaan) inilah yang paling bernilai,” kata Samsul.
Menurut dia, adanya becak listrik ini merupakan bagian dari pengabdian Unsyiah kepada masyarakat. Becak listrik diharapkan bisa menjadi model transportasi yang ramah lingkungan khususnya untuk masyarakat di Kota Banda Aceh.
“Unsyiah sangat mendukung inovasi seperti becak listrik ini. Karena yang paling penting kita bisa menghasilkan sesuatu bermanfaat untuk masyarakat,” tuturnya.
Ia menilai, hadirnya becak listrik merupakan bentuk dukungan terhadap dunia dan perkembangan periwisata di Aceh. Karena umumnya para turis sangat tertarik pada produk-produk yang original atau asli dari suatu daerah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
