
RAKSASA: Beberapa orang terlihat tengah membuka Alquran raksaksa, Jumat (1/6).
JawaPos.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Takmirul Islam, Kampung Tegalsari, Bumi, Laweyan, Solo, memiliki koleksi Alquran raksasa. Ukurannya 200 x 120 sentimeter dengan ketebalan mencapai 20 sentimeter.
Alquran tulisan tangan itu merupakan warisan keluarga. Selama ini dirawat oleh keluarga pemilik pondok. Biasanya Alquran hanya dibuka beberapa kali saja di bulan Ramadan. Untuk membuka setiap lembar kitab suci ini membutuhkan beberapa orang.
Pimpinan Ponpes Takmirul Islam Muhammad Ali Nahar Assyafi'i menuturkan, Alquran tersebut merupakan pusaka keluarga. Dia hanya menjaga dan merawatnya.
"Kalau usianya saya tidak tahu pasti. Kira-kira 70 sampai dengan 80 tahun. Asalnya saya juga kurang tahu pasti. Tapi cerita dari kasepuhan katanya asalnya dari Turki," terangnya kepada JawaPos.com, Jumat (1/6).
Pria yang akrab disapa Abah Ali ini menjelaskan, Alquran raksasa sepenuhnya ditulis secara manual atau tulis tangan. Sehingga wajar jika tulisannya tidak sesempurna seperti Alquran yang dicetak menggunakan mesin.
Tetapi, Abah Ali juga tidak mengetahui siapa sosok yang menulis Alquran tersebut. Termasuk kapan penulisannya dilakukan. Hal ini juga pernah ditanyakannya kepada sesepuh.
Jawabannya adalah Alquran tidak ada namanya ini sebagai bentuk tawadu dari orang zaman dahulu. "Jadi memang itu menjadi sifat tawadunya orang zaman dahulu. Mereka tidak mencantumkan nama penulis serta kapan kitab tersebut ditulis," urainya.
Alquran raksasa milik Ponpes Takmirul Islam sempat ditawar seorang warga Malaysia dengan harga Rp 2 miliar. Tetapi tawaran itu tidak membuat Abah Ali lantas merelakannya.
"Dulu sempat mau diboyong ke Malaysia, saya berpikir ini kan asetnya milik Indonesia. Jadi saya tidak tega untuk dibawa ke Malaysia. Nanti diklaim sana," ungkapnya.
Selain mempunyai Alquran dengan ukuran dua meter, Ponpes Takmirul Islam juga menyimpan Alquran dengan ukuran 100 x 70 sentimeter. Alquran dengan ukuran lebih kecil ini justru berusia lebih tua. Yakni mencapai 150 tahun. Beberapa tulisannya menggunakan tinta emas. "Tapi saya belum mengecek apakah itu tinta emas benar atau yang tidak," tutur Abah Ali.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
