Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Juni 2018 | 09.01 WIB

Disebut Terpapar Paham Radikal, Undip Minta BNPT Merinci

Rektor Undip Yos Johan Utama (kanan) saat ditemui di kantornya, Kamis (31/5). - Image

Rektor Undip Yos Johan Utama (kanan) saat ditemui di kantornya, Kamis (31/5).

JawaPos.com - Universitas Diponegoro (Undip) angkat bicara terkait pemaparan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang menyebut perguruan tinggi favorit di Kota Semarang itu sebagai salah satu lokasi penyebaran dan berkembangnya paham radikal. Merespon klaim tersebut, pihak kampus menyatakan akan mengambil sejumlah tindakan.


Meski mengaku belum menerima informasi resmi secara rinci, Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan, pihaknya melihat klaim tersebut sebagai informasi awal dan bukan sebagai tudingan. Sehingga, kampus akan memanfaatkanya untuk mengambil tindakan, utamanya proses deradikalisasi.


“Tetapi akan lebih elok lagi, karena BNPT sudah mengklaim, tentunya kan didasarkan informasi atau data, coba kami diberitahu betul siapa-siapanya,” ungkap Johan, Kamis (31/5).


Sehingga, Yos mengatakan jika ada data resmi, perilaku salah sangka di antara rekan bisa dihindarkan. Terlebih, mendeteksi mereka-mereka yang bergerak di bawah. “Yang mencuat kemarin kan karena dia muncul di Facebook. Data tersebut juga nantinya dapat menghindarkan dari salah sangka,” katanya lagi.


Selain itu, informasi tersebut, lanjutnya lagi, dapat dimanfaatkan kemudian oleh pihak kampus sebagai acuan untuk memahami pola pergerakan dan metode pemaparan paham radikal kepada sekitarnya. Johan mengaku, Undip bakal dengan tangan terbuka menerima manakala BNPT memberikan panduan menghadapi dan menuntaskan persoalan macam itu.


“Keahlian menghadapi itu kan tidak semua institusi punya. Nah BNPT kan memang institusi yang khusus dibuat untuk itu kan harapannya bisa memberikan pada para perguruan tinggi, buat para rektor,” jelasnya.


Yos berharap, BNPT mampu menggerakkan civitas akademika dalam hal ini rektor sebagai pimpinan institusi pendidikan demi tujuan yang memberikan kebaikan pada apa yang dipimpinnya untuk negara. Ia bahkan mengungkap jika pihaknya telah menyiapkan tim untuk pembentukan satgas guna menanggulangi radikalisme.


Ia sendiri berkomiten untuk menginisiasi melalui Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa. Harapannya, dari inisiasi tersebut tercipta pertemuan yang membahas lebih mendalam terkait radikalisme yang mulai menyasar perguruan tinggi.


"Ayolah, ini kan masalah bersama-sama. Kemudian menginisiasi adanya pertemuan dan saya kira itu lebih elok," tandasnya.


Sebelumnya Direktur Pencegahan BNPT, Hamli pada Jumat (25/5) lalu mengungkap bahwa hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme. Selain Undip, beberapa PTN yang ia sebutkan antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore