
Rektor Undip Yos Johan Utama (kanan) saat ditemui di kantornya, Kamis (31/5).
JawaPos.com - Universitas Diponegoro (Undip) angkat bicara terkait pemaparan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang menyebut perguruan tinggi favorit di Kota Semarang itu sebagai salah satu lokasi penyebaran dan berkembangnya paham radikal. Merespon klaim tersebut, pihak kampus menyatakan akan mengambil sejumlah tindakan.
Meski mengaku belum menerima informasi resmi secara rinci, Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan, pihaknya melihat klaim tersebut sebagai informasi awal dan bukan sebagai tudingan. Sehingga, kampus akan memanfaatkanya untuk mengambil tindakan, utamanya proses deradikalisasi.
“Tetapi akan lebih elok lagi, karena BNPT sudah mengklaim, tentunya kan didasarkan informasi atau data, coba kami diberitahu betul siapa-siapanya,” ungkap Johan, Kamis (31/5).
Sehingga, Yos mengatakan jika ada data resmi, perilaku salah sangka di antara rekan bisa dihindarkan. Terlebih, mendeteksi mereka-mereka yang bergerak di bawah. “Yang mencuat kemarin kan karena dia muncul di Facebook. Data tersebut juga nantinya dapat menghindarkan dari salah sangka,” katanya lagi.
Selain itu, informasi tersebut, lanjutnya lagi, dapat dimanfaatkan kemudian oleh pihak kampus sebagai acuan untuk memahami pola pergerakan dan metode pemaparan paham radikal kepada sekitarnya. Johan mengaku, Undip bakal dengan tangan terbuka menerima manakala BNPT memberikan panduan menghadapi dan menuntaskan persoalan macam itu.
“Keahlian menghadapi itu kan tidak semua institusi punya. Nah BNPT kan memang institusi yang khusus dibuat untuk itu kan harapannya bisa memberikan pada para perguruan tinggi, buat para rektor,” jelasnya.
Yos berharap, BNPT mampu menggerakkan civitas akademika dalam hal ini rektor sebagai pimpinan institusi pendidikan demi tujuan yang memberikan kebaikan pada apa yang dipimpinnya untuk negara. Ia bahkan mengungkap jika pihaknya telah menyiapkan tim untuk pembentukan satgas guna menanggulangi radikalisme.
Ia sendiri berkomiten untuk menginisiasi melalui Forum Rektor Indonesia (FRI) untuk bersama-sama menyelesaikan masalah bangsa. Harapannya, dari inisiasi tersebut tercipta pertemuan yang membahas lebih mendalam terkait radikalisme yang mulai menyasar perguruan tinggi.
"Ayolah, ini kan masalah bersama-sama. Kemudian menginisiasi adanya pertemuan dan saya kira itu lebih elok," tandasnya.
Sebelumnya Direktur Pencegahan BNPT, Hamli pada Jumat (25/5) lalu mengungkap bahwa hampir semua perguruan tinggi negeri (PTN) sudah terpapar paham radikalisme. Selain Undip, beberapa PTN yang ia sebutkan antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
