
ilsutrasi pesawat PTDI
JawaPos.com - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menerima Penugasan Khusus dari Pemerintah melalui Keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017 untuk menyediakan fasilitas pembiayaan atas program ekspor pesawat terbang. LPEI memberikan pembiayaan senilai Rp 354 miliar ke PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk ekspor pesawat terbang ke Senegal dan Nepal.
Direktur Pelaksana I, LPEI Dwi Wahyudi mengatakan, Penetrasi dan pengembangan ekspor ke Negara Non-traditional market telah diterbitkan Keputusan Menteri Keuangan No.649/KMK.08/2017, yang memberikan mandat kepada LPEI untuk menyalurkan fasilitas kepada badan usaha yang memiliki kemampuan dan kapasitas dalam memproduksi pesawat udara.
"Hal tersebut dalam rangka penetrasi dan pengembangan ekspor ke negara tujuan ekspor baru, serta untuk melaksanakan mandat Penugasan Khusus kepada LPEI. Seperti pembiayaan untuk PT Dirgantara Indonesia, untuk melakukan ekspor produk pesawat udara ke negara tujuan Thailand, Nepal, Uni Emirat Arab, dan negara-negara di kawasan Afrika yang tidak diembargo Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujarnya di kantornya, Kamis (31/5).
Pada tahap pertama, fasilitas pembiayaan diberikan LPEI dalam bentuk modal kerja untuk mendukung ekspor pesawat terbang ke Nepal dan Senegal. Ekspor pesawat udara ke Nepal dilatarbelakangi oleh adanya permintaan dari negara tersebut untuk menyediakan pesawat yang sesuai dengan kondisi geografisnya.
Menurutnya, kawasan Nepal sebagian besar merupakan dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 2.565 km terhadap permukaan laut. Sehingga, transportasi udara yang sesuai dengan kontur Nepal adalah pesawat yang dapat dioperasikan pada landasan pacu yang relatif pendek.
Demikian juga halnya dengan Senegal. Negara yang terletak di kawasan Afrika Barat tersebut membutuhkan pesawat terbang yang dapat berfungsi sebagai Maritime Patrol Aircraft (MPA).
Hal ini dikarenakan kondisi politik di kawasan tersebut masih rentan terjadi gesekan dan pemberontakan. Secara geografis, Senegal memiliki garis pantai dengan panjang mencapai 531 KM dan wilayah laut sekitar 4.192 km persegi.
"LPEI memberikan pembiayaan modal kerja kepada PT Dirgantara Indonesia (PT DI) senilai Rp 354 miliar untuk jangka waktu 12 bulan sejak penandatanganan perjanjian pembiayaan," tandasnya.
Penandatanganan pembiayaan modal kerja untuk program ekspor pesawat udara ini dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 31 Mei 2018. Proyek ekspor pesawat terbang ke Nepal dan Senegal memiliki nilai strategis bagi PT DI karena supply record- export order dan kepuasan pelanggan luar negeri menjadi salah satu syarat utama dalam evaluasi pada tender-tender internasional.
"Proyek ini juga merupakan pilot project yang efektif untuk memasuki pasar negara Asia Selatan dan Kawasan Afrika," imbuhnya.
Selain itu, Dwi menambahkan, dampak multiplier bagi ekonomi nasional tidak hanya terbatas pada PT DI tetapi juga pada industri penunjang lainnya di dalam negeri yang ikut berperan dalam memasok kebutuhan untuk industri pesawat terbang, antara lain bidang usaha machining for landing gear, tube forming, polyurethane, heat treatment, thermo forming of acrylic, tool and jig, dan puluhan industri lainnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
