Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 14.56 WIB

Legenda Bulu Tangkis Indonesia Lontarkan Kritikan, Ini Kata PBSI

Susy Susanti menyebut pemilihan Firman bukan hanya prestasi perorangan, melainkan kebutuhan untuk tim - Image

Susy Susanti menyebut pemilihan Firman bukan hanya prestasi perorangan, melainkan kebutuhan untuk tim

Jawapos.com - Kegagalan Tim Piala Thomas Indonesia 2018 meraih gelar juara membuat legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, melontarkan kritikan. Salah satu yang dia sorot adalah fisik atlet Indonesia yang dinilainya belum maksimal.


Seperti diketahui, Tim Piala Thomas Indonesia 2018 kandas di semifinal. Mereka dikalahkan Tiongkok 1-3 pada laga yang digelar Jumat (25/5) lalu.


Icuk yang meraih medali emas Asian Games 1982 menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan tim Indonesia. Salah satunya soal fisik yang belum maksimal. Hal itu disebutnya menjadi kekurangan atlet Indonesia saat melawan pemain yang memiliki fisik lebih prima.


Kritik Icuk yang lain adalah menilai PBSI kurang adil terhadap atlet. Hal itu lantaran nama Tomy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro yang awalnya masuk nominasi kembali tersingkir.


"Terus terang bukan karena kebetulan menyangkut Tomy, anak saya. Bisa lihat bahwa belum ada satu pun dari empat tunggal pelatnas yang mengalahkan Tomy. Tetapi dia tidak dimainkan," ungkap Icuk.


Icuk bahkan menilai itu menjadi faktor kuat terkait kegagalan Indonesia. Dia menambahkan bahwa semua atlet yang berpotensi dinilai memiliki hak untuk tampil demi mewujudkan prestasi Indonesia.


"Tanpa terkecuali kalau memang menunjukkan prestasi terbaik, sewajarnya untuk bisa mewakili Indonesia. Itu yang harus diperlihatkan oleh PBSI. Jangan sampai untuk kepentingan kelompok tetapi mengorbankan Indonesia," imbuhnya.


Seperti diketahui, Tomy yang bukan pelatnas dan Sony tersingkir dan digantikan oleh Firman Abdul Kholik. Firman menjadi tunggal keempat Indonesia di Piala Thomas 2018 setelah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Ihsan Maulana Mustofa.


Terkait penilaian Icuk, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, angkat suara. Dia menyatakan pemilihan Firman bukan hanya prestasi perorangan, melainkan kebutuhan untuk tim. Gelaran Badminton Asia Team Championship 2018 menjadi tolak ukur PBSI dalam memilihnya.


"Setiap pemain, satu sama lain juga harus punya komitmen untuk tim dan bisa beri support. Kalau atlet di luar pelatnas, kami enggak bisa pantau. Latihannya seperti apa dan kondisinya bagaimana," sebut Susy.


Terbukti, penampilam Firman cukup memukau masyarakat Indonesia. Firman menepis keraguan melalui kemenangan dalam penentuan juara Grup B melawan Korea Selatan. Firman menaklukan Ha Young Woong dalam pertarungan tiga set yakni 20-22, 21-15, dan 21-12.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore