
Susy Susanti menyebut pemilihan Firman bukan hanya prestasi perorangan, melainkan kebutuhan untuk tim
Jawapos.com - Kegagalan Tim Piala Thomas Indonesia 2018 meraih gelar juara membuat legenda bulu tangkis Indonesia, Icuk Sugiarto, melontarkan kritikan. Salah satu yang dia sorot adalah fisik atlet Indonesia yang dinilainya belum maksimal.
Seperti diketahui, Tim Piala Thomas Indonesia 2018 kandas di semifinal. Mereka dikalahkan Tiongkok 1-3 pada laga yang digelar Jumat (25/5) lalu.
Icuk yang meraih medali emas Asian Games 1982 menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan tim Indonesia. Salah satunya soal fisik yang belum maksimal. Hal itu disebutnya menjadi kekurangan atlet Indonesia saat melawan pemain yang memiliki fisik lebih prima.
Kritik Icuk yang lain adalah menilai PBSI kurang adil terhadap atlet. Hal itu lantaran nama Tomy Sugiarto dan Sony Dwi Kuncoro yang awalnya masuk nominasi kembali tersingkir.
"Terus terang bukan karena kebetulan menyangkut Tomy, anak saya. Bisa lihat bahwa belum ada satu pun dari empat tunggal pelatnas yang mengalahkan Tomy. Tetapi dia tidak dimainkan," ungkap Icuk.
Icuk bahkan menilai itu menjadi faktor kuat terkait kegagalan Indonesia. Dia menambahkan bahwa semua atlet yang berpotensi dinilai memiliki hak untuk tampil demi mewujudkan prestasi Indonesia.
"Tanpa terkecuali kalau memang menunjukkan prestasi terbaik, sewajarnya untuk bisa mewakili Indonesia. Itu yang harus diperlihatkan oleh PBSI. Jangan sampai untuk kepentingan kelompok tetapi mengorbankan Indonesia," imbuhnya.
Seperti diketahui, Tomy yang bukan pelatnas dan Sony tersingkir dan digantikan oleh Firman Abdul Kholik. Firman menjadi tunggal keempat Indonesia di Piala Thomas 2018 setelah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Ihsan Maulana Mustofa.
Terkait penilaian Icuk, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, angkat suara. Dia menyatakan pemilihan Firman bukan hanya prestasi perorangan, melainkan kebutuhan untuk tim. Gelaran Badminton Asia Team Championship 2018 menjadi tolak ukur PBSI dalam memilihnya.
"Setiap pemain, satu sama lain juga harus punya komitmen untuk tim dan bisa beri support. Kalau atlet di luar pelatnas, kami enggak bisa pantau. Latihannya seperti apa dan kondisinya bagaimana," sebut Susy.
Terbukti, penampilam Firman cukup memukau masyarakat Indonesia. Firman menepis keraguan melalui kemenangan dalam penentuan juara Grup B melawan Korea Selatan. Firman menaklukan Ha Young Woong dalam pertarungan tiga set yakni 20-22, 21-15, dan 21-12.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
