
Dirjen Holtikultura, Suwandi ketika mengunjungi petani di Lereng Gunung Merapi
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melirik peningkatan produksi buah naga. Pasalnya, buah tersebut memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga potensi ekspornya besar.
Sabtu pekan lalu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menyambangi salah satu sentra pengasil buah naga di Wisata Agro Sleman, Jogjakarta. Lokasinya persis di lereng Gunung Merapi.
Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan buah yang berasal dari tanaman sejenis kaktus ini dapat tumbuh di Indonesia.
Salah satu yang berhasil membudidayakannya adalah Muhamad Gunung Sutopo. Di tangan pria yang ramah lulusan IPB ini, buah naga dibudidayakan dengan omset jutaan rupiah perbulannya.
Di Kertodadi, Pakem Binangun Sleman ini, Gun Sutopo panggilan sosok yang murah senyum ini memiliki Sabila Farm yang mengelola lahan seluas 10 hektar untuk pengembangan buah-buahan.
"Dulu sebenarnya ini lahan tidak optimal, tapi bisa disulap jadi kebun buah naga," jelas dia.
“Ada 4 hektar khusus buah naga, ada 1000 pohon perhektare. Sisanya untuk sirsak, alpukat, jeruk, srikaya, pisang, durian dan sayuran,” lanjut Suwandi.
Sementara Gun Sutopo menambahkan buah naga ini yang ada di pertanaman ini sudah 13 tahun. Buah naga ini sudah ekspor sampai Eropa dan Amerika Latin. Buah naga asal Indonesia identik wilayah tropis, sangat disukai masyarakat luar negeri.
“Pesaing kita dari Israel, Vietnam dan Thailand. Ini tantangan buat kita. Sabila farm banyak mempekerjakan masyarakat sekitar. Disini juga dipakai untuk tempat pelatihan,” tuturnya.
Dimusim liburan, Sabila Farm yang dikelola Gun Sutopo selalu ramai pengunjung. Tahun lalu ada 14 ribu pengunjung dan 6 ribu diantaranya belajar magang.
“Sabila farm sendiri sudah memperluas jaringan dan binaannya hingga tersebar di 17 lokasi baik di Jawa maupun Luar Jawa dengan 600 hektare buah naga. Pasar tidak ada masalah,”sebut Gun.
“Generasi muda mestinya terjun ke pertanian. Prinsipnya bila ingin bertani harus niat yang kuat, tekat bulat dan nekat,” pintanya.
Jadi Inspirasi Para Petani
Dalam kesempatan kunjungan kerjanya, Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Gun Sutopo. Petani jangan mudah menyerah dan arus inovatif yang mengikuti perkembangan jaman serta harus bisa mencari terobosan.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Bayangkan, lahan tidak produktif bisa diolah menjadi kebun buah naga,” ujarnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
