
Sejumlah anak terbaring di rumah sakit usai keracunan tutut sebagai menu berbuka puasa
JawaPos.com - Penyebab 108 warga Kampung Sawah, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, keracunan masal akhirnya terkuak. Ternyata, tutut atau keong air tawar yang dikonsumsi warga positif mengandung bakteri. Kepastian ini, disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah, setelah keluarnya hasil uji sampel makanan tersebut.
“Berdasarkan hasil uji laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), positif terdapat Shigella, E. Coli, dan Salmonella dalam sampel tutut yang dikonsumsi warga,” ujar dia dilansir Radar Bogor (Jawa Pos Group), Rabu (30/5).
Ketiga bakteri tersebut, jelas dia, sangat mudah berkembang dalam makanan yang tidak diolah dengan baik dan higienis. Terlebih, air yang digunakan untuk memasak keong juga teruji mengandung Coliform dan logam Mn (mangan).
“Makanya, bakteri tersebut sangat rentan berkembang biak,” ucap dia.
Apalagi, berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, jarak antara septic tank dengan tempat pengolahan tutut sangat dekat. Jika sudah demikian, maka bakteri tersebut sangat mudah berpindah.
Meski tidak ada korban jiwa, Rubaeah mengatakan, kejadian seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Walaupun gejala yang ditimbulkan sekadar mual, muntah, buang air dan lainnya. “Sebab, kondisi terparah dari keracunan bisa menyebabkan meninggal dunia,” tegasnya.
Karenanya, lanjut Rubaeah, Dinkes masih menunggu hasil lab sampel rectal swab dari korban keracunan dan yang memasak tutut tersebut, serta sampel muntah korban yang membutuhkan waktu.
Dalam waktu dekat, pihaknya bersama Disperindag Kota Bogor pun akan melakukan pengawasan terhadap makanan dan melakukan inspeksi mendadak khusus di bulan Ramadan. Sasarannya adalah pedagang takjil untuk memastikan makanan yang dijual aman bagi kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus mengedukasi warga untuk memperhatikan cara pengolahan makanannya, memenuhi syarat sanitasi dan higienis,” katanya.
Di tempat berbeda, Ketua RW 007, Kelurahan Tanah Baru, Saipul Anwar menambahkan, warganya saat ini sudah berangsur-angsur pulang ke rumah masing-masing. Tinggal delapan orang yang masih dirawat di empat tempat, yaitu RSUD Kota Bogor, Puskesmas Tanahsareal, Puskesmas Merdeka, dan RS Azra.
“Sudah 90 persen yang pulang ke rumah saat ini (kemarin, red), tinggal 10 persen lagi yang masih dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah selebihnya sudah membaik,” beber Saipul.
Ia juga membenarkan bahwa korban sempat bertambah sebanyak enam orang. “Tapi, mereka hanya melakukan rawat jalan. Kondisinya tidak separah yang awal-awal hingga dirawat. Jadi, hanya berobat saja,” ucapnya.
Seperti diketahui, ratusan warga Kampung Sawah, Kelurahan Tanahbaru, Bogor Utara, harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas usai menikmati keong sawah yang dibeli dari Mang Juju, warga sekitar, pada Jumat (25/5).
Atas kejadian itu, Pemkot Bogor menetapkan kejadian ini sebagai kejadian luar biasa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
