Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 09.05 WIB

Pemkot Bandung Kenalkan Belanja Daring Kepada Penjual dan Pembeli

Pedagang Ikan, Evi saat mencoba transaksi lewat aplikasi di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5) - Image

Pedagang Ikan, Evi saat mencoba transaksi lewat aplikasi di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5)


JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkenalkan dan mensosialisasikan konsep transaksi jual beli dengan menggunakan aplikasi khusus. Konsep ini baru saja diterapkan di blok penjual ikan basah Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5).


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Eric M Attaurik mengatakan bertransaksi tidak hanya secara manual saja melainkan juga memanfaatkan kemajuan digital yang bisa mempermudah manusia. Seperti halnya aplikasi Yap milik BNI yang sudah berfungsi untuk transaksi di Pasar Astana Anyar Bandung.


"Ini untuk mengenalkan warga lebih luas lagi, banyak alternatif lain. Tak hanya menggunakan jalur konvensional tapi juga digital," kata Eric di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5).


Dalam hal ini yang sudah bisa dijual dan di beli lewat aplikasi tersebut yakni daging ayam beku, ikan, dan lainnya. Program daging ayam beku yang baru diinisiasinya, yakni sejumlah 300.000 daging ayam beku yang ditawarkan pemerintah susah bisa didapat melalui pemesanan via aplikasi.


Menurutnya, untuk agen daging ayam beku yang disuplai Pemerintah Kota Bandung melalui PD Pasar berada di lima pasar. Namun dengan hadirnya aplikasi ini maka puluhan pasar di Bandung bisa membeli melalui daring.


"Masyarakat bisa pesan daging ayam beku ini melalui aplikasi. Nanti (daging ayamnya) dikirim langsung ke rumah dengan pemesanan minimal satu ekor," ujarnya.


Penjual Ikan di Blok ikan basah, Evi mengatakan dengan adanya aplikasi mempermudah para penjual da pembeli. Selain itu, bertransaksi pun dirsa praktis. "Lebih praktis, lebih mudah, terus enggak usah pakai uang tunai lagi," tutur Evi usai bertransaksi menggunkaan aplikasi di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5).


Pengakuannya, menggunakan aplikasi twrsebut untuk jual beli ikan baru beberapa waktu lalu. Namun, dirinya merasa tidak ada beban atau kesulitan melainkan praktis.


Setiap lapak penjual aakan dilengkapi dengan barcode yang berbeda. Terpampang nama pasar disertai barcode di depan lapak penjual.


"Enggak ribet, tinggal download aja. Ini kan langsung disiapkan barcode gitu nanti yang beli tinggal acan barcode langsung masuk (transaksi)," jelasnya.


Perihal disinggung lebih nyaman transaksi manual atau digital, dirinya akan selalu melayani para konsumen. "Kalau saya sih semua dilayani, pakai aplikasi boleh, tunai juga enggak apa-apa dan disiapin," ucapnya.


Hanya saja, ada kekurangan dari transaksi cua aplikasi yakni uang transaksi tersebut akan masuk ke rekening penjual pada pukul 16.00 WIB. Maka, jika para konsumen membeli pagi hari tetap masuknya sore hari.


"Masuk ke rekening jam empat sore pertransaksi persatu hari. Walaupun transaksinya pagi tetap masuknya sore," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore