
Pedagang Ikan, Evi saat mencoba transaksi lewat aplikasi di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkenalkan dan mensosialisasikan konsep transaksi jual beli dengan menggunakan aplikasi khusus. Konsep ini baru saja diterapkan di blok penjual ikan basah Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5).
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Eric M Attaurik mengatakan bertransaksi tidak hanya secara manual saja melainkan juga memanfaatkan kemajuan digital yang bisa mempermudah manusia. Seperti halnya aplikasi Yap milik BNI yang sudah berfungsi untuk transaksi di Pasar Astana Anyar Bandung.
"Ini untuk mengenalkan warga lebih luas lagi, banyak alternatif lain. Tak hanya menggunakan jalur konvensional tapi juga digital," kata Eric di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5).
Dalam hal ini yang sudah bisa dijual dan di beli lewat aplikasi tersebut yakni daging ayam beku, ikan, dan lainnya. Program daging ayam beku yang baru diinisiasinya, yakni sejumlah 300.000 daging ayam beku yang ditawarkan pemerintah susah bisa didapat melalui pemesanan via aplikasi.
Menurutnya, untuk agen daging ayam beku yang disuplai Pemerintah Kota Bandung melalui PD Pasar berada di lima pasar. Namun dengan hadirnya aplikasi ini maka puluhan pasar di Bandung bisa membeli melalui daring.
"Masyarakat bisa pesan daging ayam beku ini melalui aplikasi. Nanti (daging ayamnya) dikirim langsung ke rumah dengan pemesanan minimal satu ekor," ujarnya.
Penjual Ikan di Blok ikan basah, Evi mengatakan dengan adanya aplikasi mempermudah para penjual da pembeli. Selain itu, bertransaksi pun dirsa praktis. "Lebih praktis, lebih mudah, terus enggak usah pakai uang tunai lagi," tutur Evi usai bertransaksi menggunkaan aplikasi di Pasar Astana Anyar Bandung, Rabu (30/5).
Pengakuannya, menggunakan aplikasi twrsebut untuk jual beli ikan baru beberapa waktu lalu. Namun, dirinya merasa tidak ada beban atau kesulitan melainkan praktis.
Setiap lapak penjual aakan dilengkapi dengan barcode yang berbeda. Terpampang nama pasar disertai barcode di depan lapak penjual.
"Enggak ribet, tinggal download aja. Ini kan langsung disiapkan barcode gitu nanti yang beli tinggal acan barcode langsung masuk (transaksi)," jelasnya.
Perihal disinggung lebih nyaman transaksi manual atau digital, dirinya akan selalu melayani para konsumen. "Kalau saya sih semua dilayani, pakai aplikasi boleh, tunai juga enggak apa-apa dan disiapin," ucapnya.
Hanya saja, ada kekurangan dari transaksi cua aplikasi yakni uang transaksi tersebut akan masuk ke rekening penjual pada pukul 16.00 WIB. Maka, jika para konsumen membeli pagi hari tetap masuknya sore hari.
"Masuk ke rekening jam empat sore pertransaksi persatu hari. Walaupun transaksinya pagi tetap masuknya sore," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
