
Proses pembongkaran kuburan yang digunakan untuk menimbun jenazah Puji.
JawaPos.com - Hasil otopsi terhadap jenazah Puji Astrianto, 30, warga Lowokwaru, Kota Malang, yang ditemukan tewas terkubur di Jabung, Kabupaten Malang, sudah keluar. Hasilnya, mengungkap penyebab kematian bapak dua anak itu.
Berdasarkan hasil otopsi, Puji meninggal dunia karena mati lemas. Artinya, tidak cukup oksigen untuk menunjang kehidupannya.
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, menjelaskan, saat otopsi tidak ditemukan tanda kekerasan. Dia memastikan, tubuhnya bersih dari luka.
"Bersih, tidak ada luka di tubuhnya. Juga tidak ditemukan memar," kata Ujung, di Mapolres Malang, Rabu (30/5).
Ujung menambahkan, pihaknya masih menyelidiki penyebab korban sampai mati lemas. Saat ini, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk keluarga korban.
Sejauh ini, sudah ada dua pelaku yang diamankan. Keduanya berasal dari kalangan sipil. Dia menambahkan, masih ada satu pelaku lagi yang belum tertangkap.
"Masih dikejar tim di lapangan. Lemas kenapa, masih dikembangkan. Penyidik dan dokter forensik masih berkoordinasi untuk mengungkap kematian korban," kata dia lagi.
Sementara itu, informasi yang didapatkan JawaPos.com, berdasarkan keterangan salah satu pelaku, Rn alias NS, korban meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan. Kecelakaan terjadi di perempatan Sigura-gura, Kota Malang, Sabtu (26/5) malam.
Saat itu, korban yang diculik oleh empat pelaku yang berasal dari sipil dan oknum anggota TNI AD, meronta saat mobil tengah melaju. Korban dalam kondisi terikat tangan dan mulutnya.
Karena korban meronta, Rn tak dapat menguasai laju mini bus miliknya. Akibatnya, banting setir dan menabrak dua pengguna motor matic. Keduanya menderita patah tulang dan gegar otak.
Sementara itu, masih berdasarkan informasi yang didapatkan JawaPos.com, Rn mengaku jika tubuh korban terlempar dari kaca depan mobilnya. Kemudian kepala Puji terbentur tembok. Akibatnya, tidak sadarkan diri. Hingga kemudian meninggal dunia karena sudah tidak bergerak lagi.
Mengenai keterangan ini, Ujung menjelaskan, pihaknya konsentrasi menangani pelaku dari sipil. Berdasarkan keterangan kedua pelaku, korban memang terlibat kecelakaan.
"Makanya itu, kami lakukan penyelidikan lebih dalam. Kami tidak mempercayai begitu saja keterangan awal," katanya.
Penyebab kematian korban yang mati lemas ini nantinya akan semakin terkuak ketika polisi menggabungkan dengan keterangan saksi serta pelaku. Kemudian ditambah dengan hasil otopsi.
"Masih kami periksa secara maraton," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
