Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 01.47 WIB

Bule Inggris Bagi-bagi Takjil

BULE: Isabelle Abou-Chakra dan Matthew Stevens berbagi takjil di Malang. - Image

BULE: Isabelle Abou-Chakra dan Matthew Stevens berbagi takjil di Malang.

JawaPos.com - Bule Inggris ikut membagikan makanan berbuka puasa alias takjil. Adalah Isabelle Abou-Chakra dan Matthew Stevens. Rabu (30/5) sore, keduanya menenteng bungkusan untuk diberikan kepada pengendara yang melintas di pertigaan Pasar Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.


Isabelle dan Matthew tampak semringah ketika membagikan takjil. Begitu pula dengan pengendara yang mendapatkan takjil. Bagi pengguna jalan, bule ikut berbagi takjil merupakan pemandangan yang langka. Bahkan mereka belum pernah melihat sebelumnya. "Unik, ada bule berbagi takjil," kata Abdullah, salah satu pengendara yang turut kebagian takjil.


Bagi Isabelle dan Matthew, berbagi takjil di bulan Ramadan merupakan pengalaman pertama. Di negara asalnya tidak ada kegiatan semacam itu. "Sangat bagus. Bagus untuk masyarakat. Kegiatan ini juga menyalurkan kepedulian kepada orang lain," kata Isabelle dalam bahasa Inggris aksen British.


Hal senada disampaikan Matthew. Dia juga terlihat semringah dan semangat saat membagikan takjil. "Bagus ya, semua orang senang," ucapnya juga dalam bahasa Inggris.


Isabelle dan Matthew adalah relawan dari Inggris. Selama sepuluh hari di Malang, mereka mengajar Bahasa Inggris. Hari ini, mereka berpartisipasi dalam kegiatan bagi takjil dan deklarasi tangkal radikalisme dan narkoba. Kegiatan tersebut diprakarsai Maju 58 Community, perkumpulan pemuda Desa Ngebruk, Sumberpucung.


Penggagas dan Penasihat Maju 58 Community Dodit Sugiarto menjelaskan, deklarasi tolak radikalisme dan narkoba memang sengaja dikemas dengan kegiatan bagi takjil. Deklarasi ditandai dengan penandatanganan spanduk.


"Kami menggelar kegiatan ini untuk memerangi radikalisme. Selain itu juga narkoba yang kini semakin marak muncul di masyarakat," terang Dodit.


Mereka juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas. Salah satunya dengan memasang spanduk penolakan paham radikalisme, lawan terorisme dan penyalahgunaan narkoba. Spanduk-spanduk itu dipasang di setiap pintu pintu masuk gang yang ada di Desa Ngebruk, Sumberpucung.


Ketua Maju 58 Community Saibuddin menambahkan, apa pun bentuk dari radikalisme dan penyalahgunaan narkoba sangat meresahkan masyarakat. Dua hal ini sangat berbahaya. "Melalui pemasangan spanduk ini kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi radikalisme serta penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore