
Public Affair Officer of USA Consulate General to Surabaya Christine Getzler Vaughan (tengah atas) berfoto bersama siswa se-Indonesia penerima beasiswa Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES).
JawaPos.com - Konsulat Jenderal Amerika Serikat untuk Surabaya membuka program beasiswa Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES). Sebanyak 4 siswa SMA asal Surabaya akan diberangkatkan ke Amerika. Mereka bakal merasakan sistem pendidikan dan mengenal budaya Amerika.
Empat siswa asal Surabaya tidak sendiri. Ada 22 siswa dari daerah lain yang juga terpilih menjalani kehidupan anak sekolah di Amerika Serikat. Indonesia juga bukan satu-satunya negara peserta. Sebanyak 40 negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam turut serta.
Public Affair Officer of USA Consulate General to Surabaya Christine Getzler Vaughan mengatakan, para siswa sudah melalui serangkaian seleksi. Yakni seleksi di tingkat chapter, nasional hingga internasional.
Seleksinya digelar Bina Antarbudaya, AFS USA dan American Council for International Education. "Beasiswa tersebut menenkankan pada pengembangan ketrampilan dan kepemimpinan," kata Christine di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat, Surabaya, Rabu (30/5).
Christine tidak menjelaskan siswa-siswa itu akan ditempatkan di sekolah mana. Dia hanya memastikan semua siswa akan tinggal bersama keluarga asuh dan bersekolah di Amerika.
Mereka akan merasakan kehidupan sekolah dan kegiatan sehari-hari bersama masyarakat di Amerika. Program beasiswanya akan berlangsung selama 10 bulan. "Kami berharap siswa Indonesia dapat menjadi jembatan antara Amerika Indonesia maupun sebaliknya," harap Christine.
Alumni peserta program Kennedy-Lugar YES I Gusti Ngurah Andracana mengaku, program tersebut adalah kesempatan bagus bagi siswa yang terpilih. Menurutnya, yang paling menarik dari Amerika adalah sistem pendidikannya.
Sebagai negara maju, Amerika memberikan banyak pilihan mata pelajaran kepada siswanya. Meski tiap sekolah di Amerika menyediakan sejumlah mata pelajaran yang wajib.
Tujuannya agar siswa tidak salah pilih ilmu dan dapat menentukan masa depannya sendiri. Sehingga siswa terhindar dari nasib menjadi pengangguran akibat persaingan dunia kerja.
"Amerika hanya mewajibkan siswa mengambil mata pelajaran sejarah, bahasa Inggris dan science. Selebihnya, silakan pilih. Itu yang harusnya diterapkan di Indonesia," kata Andracana
Tak hanya aspek akademis berdasarkan tiga mata pelajaran wajib tersebut. Ada beberapa mata pelajaran yang tergolong utama di Negeri Paman Sam. Antara lain musik dan fotografi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
