
Bangkutaman.
JawaPos.com - Grup musik Bangkutaman resmi merilis single terbarunya untuk memeriahkan momen Ramadan 1439 H. Berjudul 'Manusia Dalam Tanda Tanya', karya ini menjadi catatan pertama kalinya band yang kini berdomisili di Jakarta itu merilis lagu religi.
'Manusia Dalam Tanya Tanya' direkam di sebuah studio di Cibubur, tepat bulan puasa pada 2016. Saat itu vokalis dan pemain gitar Acum baru saja meminjam sebuah gitar unik dari Turki milik Rendi, bos label La Munai.
Menurut gitar dengan nama Saz itu punya suara yang menarik. Sehingga membawanya terpikir dengan nuansa timur tengah begitu mencobanya. Dari situ, satu-satu pun mulai terbentuk, mulai dari sebuah intro gitar dan coret-coretan lirik.
"Rekaman pun dimulai, pada awalnya hanya sederhana, gitar, vokal dan saz. Ini adalah lagu religius pertama yang pernah kami tulis," kata Acum Bangkutaman kepada JawaPos.com, Rabu (30/5).
Mengendap lama sejak sesi di Cibubur, muncul ide di tahun 2018 untuk kembali menyempurnakan lagu yang sederhana ini. Situasi yang terjadi di Indonesia menjadi alasan mengapa Bangkutaman perlu merilis single tersebut.
Membaca liriknya pun terasa masih relevan hingga saat ini. Saat ada beberapa manusia yang menurut mereka dekat dengan Tuhan justru makin menjauh dengan Tuhan-nya karena bertindak negatif yang menyakiti sesama dan alam.
Acum dan Topan, 'personil kelima' sekaligus co-produser lagu ini menyempurnakan lagu ini dengan menambahkan perkusi, organ dan bass. Lagu ini menyajikan pertemuan nuansa barat dan timur atau folk hingga psikedelia.
"Adapun single ini tidak tersedia di layanan streaming musik, melainkan digratiskan dengan cara mengunduhnya di website Bangkutaman," ujarnya.
Bangkutaman senang akhirnya bisa menulis lagu religi dengan judul 'Manusia Dalam Tanya Tanya' itu. Sebelumnya mereka hanya menulis tentang lika-liku kehidupan perkotaan dalam' Ode Buat Kota' dan tuntutan pekerjaan di mini album Rileks.
Lagu 'Manusia Dalam Tanya Tanya' sekaligus single pertama Bangkutaman pada 2018. Di tahun sebelumnya mereka merilis 'Pekerja' dalam bentuk vinil (piringan hitam) bersama dengan 'Sok Tahu' lewat demajors records.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
