
BANJIR PESANAN: Momen ramadan membuat para produsen songkok kewalahan menerima pesanan. Pasalnya selain momen puasa, pilkada membuat pesanan berlebih.
JawaPos.com – Momentum Ramadan menjadi keberkahan bagi seluruh umat, terutama bagi produsen songkok rumahan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pasalnya, mereka mendapatkan jatah ganda orderan permintaan produksi yang membeludak.
Selain orderan di bulan puasa, para produsen songkok juga mendapatkan order tambahan dari para paslon yang maju di pilkada. Sebab, ramadan kali ini juga bertepatan dengan momen Pilkada Serentak 2018.
Pemilik rumah produksi songkok Abdul Salam Razak mengaku, mendapatkan permintaan yang begitu besar, bahkan hingga puluhan ribu lembar stok songkok dari sejumlah calon kepala daerah, mulai tingkat Wali Kota, Bupati hingga Gubernur di Sulsel. Bahkan, desakan permintaan semakin tinggi khususnya di pertengahan pelaksanaan Ramadan ini berjalan.
"Khusus tahun ini, apalagi bertepatan dengan puasa. Sangat signifikan sekali perubahannya, karena hampir 70 persen permintaan dari tim-tim sukses Bupati sampai Gubernur datang untuk pesan sampai puluhan ribu lembar songkok. Makanya sampai sekarang kita masih kerja ini," ujarnya saat ditemui di lokasi usahanya, di Jalan Kodingareng, Kecamatan Wajo, Makassar, Rabu (30/5).
Salah satu calon kepala daerah yang paling banyak mengorder songkok disebutkan Abdul Salam, adalah pasangan calon (Paslon) Gubernur Sulsel, Nurdin Halid. Paslon nomor urut satu itu, imbuhnya memesan hingga puluhan ribu dan orderannya telah masuk sejak pertengan tahun lalu, hingga saat ini.
"Ini paling banyak yang paling kita kerjakan. Ada di atas sepuluh ribu, tapi dari tahun lalu pesanannya mereka sudah jalan. Jadi biasanya kita kondisikan, seribu lembar perlahan-lahan kadang satu bulan seribu lembar lagi, terus begitu sampai sekarang masih dicetak," ucapnya.
Selain orderan terbanyak yang masuk dari paslon Gubernur, paslon Bupati dari tiga daerah, kabupaten Jeneponto, Pinrang hingga Parepare juga sementara ini digarapnya. Motifnya pun sangat beragam. Tergantung dari desain yang ditawarkan dari masing-masing, paslon pilkada itu.
Saking banyaknya orderan permintaan songkok motif politik, permintaan produksi songkok pada momentum Ramadan justru tersaingi. Kalkukasinya pun mencapai 40 persen untuk produksi songkok Ramadan berbagai macam corak dan motif dan 60 persen lebihnya permintaan songkok politik.
"Produksi songkok pilkada ini mendominasi ketimbang produksi umum di bulan ini. Jadi kita layani perlahan, khusus untuk permintaan yang terbanyak pasti harus diselesaikan apalagi seperti pilkada ini kan dia sudah semakin dekat," jelasnya.
Omsetnya pun jika dalam situasi normal, seperti sebelum memasuki bulan Ramadan, dalam per bulan bisa mencapai Rp 50 juta. Namun sejak memasuki bulan Ramadan khususnya bertepatan dengan produksi umum dan permintaan pilkada, dalam sebulan mencapai Rp 300-500 juta.
"Inikan ceritanya membeludak karena memang momennya bersamaan. Boleh dikatakan juga sudah memasuki puncak-puncaknya jadi bisa sampai tiga kali lipatnya kita dapat per bulan," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
