
Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (tengah), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kanan), dan Direktur Keuangan Siti Nuraida Hasibuan (kanan) menjalani sidang, Senin (7/5).
JawaPos.com - Sidang vonis terhadap bos First Travel diwarnai fakta mengherankan. Jamaah korban penipuan secara kompak menolak diberi pelimpahan aset dari First Travel. Hal ini tentu bertolak belakang dengan keinginan mereka di awal perkara ini masuk meja hijau.
Menanggapi hal itu Jaksa Pentut Umum (JPU) Heri Jerman mengaku heran dengan dengan sikap para korban karena berubah-ubah. Dia mengaku tidak paham dengan keinginan korban First Travel.
"Saya juga agak terkejut tadi setelah di awal sidang ternyata ada penolakan, yang semula tidak ada teriak seperti itu. Sampai tuntutan selesai pun, itu kan tidak ada teriak seperti itu. Pas mau dibacakan putusan para korban malah menolak. Ini yang justru saya tidak mengerti maksud di balik ini," ujar Heri di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (30/5).
Adanya penolakan ini juga menjadi salah satu faktor ditolaknya tuntutan JPU, agar majelis hakim memutus mengembalikan aset First travel kepada korban.
Di sisi lain Heri menegaskan bahwa seluruh aset yang disita telah masuk dalam berkas tuntutan. Kondisi barang sitaan juga sampai detik ini masih tersimpan rapi di dalam gudang.
"Tidak ada yang tidak dimasukkan ke tuntutan. Semuanya di dalam berkas. Saya pastikan tidak ada yang tercecer. Boleh kita nanti lihat barang-barangnya dan semuanya sampai sekarang aman ada di dalam gudang," tegas Heri.
Meski demikian Heri belum dapat menyebutkan total nilai aset yang disita. Sebab harus terlebih dahulu dilakukan taksasi (penghitungan harga pasar saat ini). Total item yang disita sendiri sekitar 500 barang.
"Saya katakan tidak bisa menghitung sebelum ditaksasi. Barangnya itu banyak, lebih dari 500 item, kalau dirinci satu persatu nilainya berapa nggak bisa, harus taksasi dulu," pungkas Heri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
