Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 00.05 WIB

Diracun, Kesehatan Jangka Panjang Skripal dan Putrinya Dipertanyakan

Yulia Skripal diwawancara di sebuah tempat rahasia di London - Image

Yulia Skripal diwawancara di sebuah tempat rahasia di London

JawaPos.com - Serangan racun saraf Novichok yang dialami mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan puterinya pada 4 Maret lalu di Salisbury, Inggris membuat keduanya mengalami cedera serius dan tak sadarkan sebulan lebih lamanya. Para Dokter yang merawat mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan puterinya Yulia pasca keracunan mengatakan, mereka tidak mengetahui mengenai perkembangan kesehatan jangka panjang keduanya seperti dilansir Reuters, Selasa, (29/5).


Saat ditanya mengenai dampak jangka panjang dari racun tersebut, Direktur Medis Rumah Sakit Salisbury, Christine Blanshard mengatakan, prognosisnya tidak pasti. Ia masih belum mengetahuinya.


Sebelumnya, staf rumah sakit menyatakan, mereka bahkan menduga Skripal akan meninggal akibat racun saraf berbahaya tersebut. Konsultan perawatan intensif yang merawat keduanya sejak mereka tiba di rumah sakit, Stephen Jukes mengatakan, "Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa mereka tidak akan mampu bertahan hidup."


Pada awalnya, ujar Jukes, tim medis menduga Skripal mengalami overdosis opioid sebelum hasil diagnosa yang mereka lakukan berubah dengan cepat. Namun pekan lalu puteri Skripal, Yulia untuk pertama kalinya muncul di hadapan media setelah sadar dari masa kritisnya. Saat melakukan wawancara eksklusif dengan Reuters, ia mengatakan, proses pemulihannya berjalan lambat dan sangat menyakitkan.


Yulia merasa beruntung karena berhasil selamat dari insiden peracunan tersebut sementara ayahnya masih tergolek di rumah sakit. Sergei Skripal yang merupakan mantan Kolonel di Intelijen Militer Rusia dan puterinya Yulia ditemukan tidak sadarkan diri di bangku taman umum Kota Salisbury, Inggris selatan pada 4 Maret lalu.


Inggris menuding Rusia bertanggung jawab atas keracunan yang dialami Skripal. Barat termasuk Amerika Serikat (AS) mengusir lebih dari 100 diplomat Rusia akibat insiden tersebut. Namun Rusia masih terus membantah tuduhan atas keterlibatannya dalam kasus Skripal. 


Pasca insiden tersebut, Kota Salisbury yang menjadi tempat kejadian ditutup untuk sementara karena terkontaminasi racun Novichok. Seorang polisi bahkan dirawat di rumah sakit dengan gejala yang sama setelah mengevakuasi lokasi kejadian.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore