Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 11.01 WIB

Spiritual Santri Pikat Pangdam V/ Brawijaya

RUMAH KEDUA : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman (empat kiri depan) dalam safari ramadan ke pondok pesantren modern Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo asuhan KH Nur Cholis Misbah (lima kiri depan) dihadiri Forkopimda Sidoarjo, Selasa (29/5). Kola - Image

RUMAH KEDUA : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman (empat kiri depan) dalam safari ramadan ke pondok pesantren modern Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo asuhan KH Nur Cholis Misbah (lima kiri depan) dihadiri Forkopimda Sidoarjo, Selasa (29/5). Kola

JawaPos.com -- Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman memanfaatkan momen hari libur Waisak, Selasa (29/5), dengan safari ramadan di pondok pesantren modern Al Amanah Junwangi, Krian, Sidoarjo. Arif mengakui bahwa TNI pada era pascakemerdekaan silam sangat erat dengan lingkungan pesantren.

''Pesantren dari zaman perjuangan dulu adalah pusat perjuangan mengusir penjajah. Semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman), pertama kali digelorakan kaum santri. Dan, TNI merupakan anak kandung dari santri itu sendiri,'' tegas Arif saat berbicara di depan undangan komponen masyarakat di Kota Udang petang itu.

Semangat tersebut harus terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama. Khususnya yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme, bahwa Islam dan ajarannya tidak bisa dilaksanakan tanpa tanah air.

Begitu pula mencintai agama mustahil tanpa berpijak di atas tanah air. ''Kehidupan santri harus digunakan sebagai contoh revitalisasi etos moral kesederhaan dan spiritualme yang melekat sebagai karakter,'' seru Arif.

Mantan Gubernur Akmil itu berharap santri zaman modern dapat mengemban amanah kalimatul haq (kalimat benar). Yakni, berani menyatakan iya terhadap kebenaran walaupun semua orang mengatakan tidak. Kemudian, sanggup menyatakan tidak pada kebatilan walaupun semua orang mengatakan iya. ''Itulah karakter dasar santri yang hidup di tengah dunia digital,'' imbuh alumnus Akmil 1988 kelahiran Ciparay, Bandung Selatan.

Di tempat yang sama, pimpinan Ponpes Al Amanah KH Nur Cholis Misbah mengungkapkan bahwa pesantren merupakan rumah besar TNI dan Polri. ''Santri dan ulama dalam sejarah perang kemerdekaan tidak pernah lelah. Bahkan ketika lahir Peta (Pembela Tanah Air) pimpinan batalyonnya adalah ulama,'' ungkitnya. Dia menekankan agar TNI-Polri tidak melupakan pesantren sebagai markas kedua setelah mako.

Nur Cholis mempersilahkan para serdadu TNI maupun anggota Polri meluangkan waktu mampir ke pesantrennya. Pada era sekarang, perang tidak hanya dimenangkan dengan senjata. Dia meyakini inspirasi semangat bambu runcing para santri dan kiai silam dapat mengalahkan senapan serbu otomatis M16. ''Kami siapkan agar bisa ngliwet bersama, masak sambal terong bersama, dan menikmati suasana spiritual pesantren bersama,'' pungkasnya.

Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore