Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 09.06 WIB

Sebelum Ditemukan Tewas Terkubur, Puji Pergi Bersama 4 Orang

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Satreskrim Polres Malang terus melakukan pendalaman dugaan pembunuhan Puji Astrianto, 30. Polisi terutama menyelidiki soal keberadaan korban selama tiga hingga empat hari sebelum ditemukan tewas terkubur, Selasa (29/5).


Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan dua orang. Keduanya masih dalam kapasitas dimintai keterangan.


"Sudah kami amankan dua orang. Kami mintai keterangan," kata Ujung, di salah satu rumah makan di Kabupaten Malang, Selasa (29/5).


Dia menjelaskan, dari awal pihaknya memang sudah mencurigai, warga Lowokwaru, Kota Malang itu meninggal secara tidak wajar. Menurut Ujung, Puji merupakan korban yang meninggal akibat kejahatan atau tindak pidana.


"Kami selidiki, tindak lanjuti dan dalami. Kami dalami perannya apa saja," tegasnya.


Ujung menjelaskan, dugaan orang yang melakukan pembunuhan kepada Puji berjumlah empat orang. Dugaan sementara ini diambil berdasarkan keterangan saksi yang sudah mereka kumpulan.


Berdasarkan keterangan saksi, lanjut Ujung, terakhir korban bersama dengan tiga hingga empat orang. Orang yang diduga pelaku dan berasal dari kalangan sipil, semua diproses di Polres Malang.


"Iya pasti, ini sedang kami dalami apa peran orang-orang yang terakhir bertemu korban," katanya.


Sementara itu, lokasi pembongkaran penguburan jenazah korban yang di tengah kebun sengon, lanjut Ujung, hanya sebagai tempat pembuangan. Diduga, pembunuhan tidak dilakukan di sana.


Sebagai informasi, Selasa (29/5), petugas gabungan dari Polres Malang dan TNI AD, melakukan pembongkaran kuburan di Jabung, Kabupaten Malang. Kuburan ini digunakan untuk menimbun jasad Puji Astrianto.


Kuburan ini tanpa nisan apalagi kafan. Jasad pegawai toko ritel modern itu hanya ditimbun begitu saja dengan tanah. Tubuhnya diletakkan di lubang galian dengan kedalaman 50 sentimeter.


Di lokasi kejadian, ditemukan jaket dan lakban. Saat digali, kondisi jenazah sudah mengeluarkan bau busuk dan sebagian kulit mengelupas. Usia kematian diperkirakan tiga hari.


Jenazah korban dikirim ke kamar mayat untuk keperluan otopsi. Saat di kamar mayat, beberapa anggota TNI AD berseragam juga tampak berada di kamar mayat.


Belum jelas apa keterkaitan antara anggota TNI AD dengan kasus ini. Pasalnya, hingga kini belum ada keterangan resmi.


"Saya dalami dulu ya," kata Kadispen AD, Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, kepada Jawa pos.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (29/5) malam.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore