Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 06.34 WIB

Moeldoko Singgung Soal 200 Penceramah Rekomendasi Kemenag

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko - Image

Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko

JawaPos.com - Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko menyinggung polimek daftar peceramah yang direkomendasikan Kementerian Agama. Menurut dia, rekomendasi daftar penceramah itu untuk mengisi beberapa instansi pemerintah, terutama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Sebelum daftar penceramah dipublikasi, ada berbagai aduan terkait kebingungan memilih penceramah. "Kemarin ada kebijakan dari menteri agama tentang 200 penceramah. Saya ingin klarifikasi walaupun menteri sudah mencabut," kata Moeldoko saat menjadi pengisi acara Inspirasi Ramadan di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Selasa (29/5).


Menurut dia, ada berbagai aduan dari Kementerian dan BUMN, sehinggan pihaknya meminta direkomendasikan penceramah yang cocok untuk lingkungannya. Sebab, lanjutnya, hasil survei yang diterima Moeldoko, ada ceramah yang dinilai bermuatan radikal. Maka, dilakukan pendataan untuk dijadikan rekomendasi di lingkungan BUMN.


Dalam laporannya itu prosentasinya sangat tinggi, untuk itu ada beberapa permintaan dari kementerian dan BUMN terkait rekomendasi nama pencermah. "Pak Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) tolong beri kami rekomendasi siapa-siapa yang bisa kita undang untuk ceramah di kementerian kami," ujarnya.


Setelah dipublikasikannya 200 nama pencermah, tib-tiba menjadi perbincangan yang kontroversi. Padahal, tidak seperti yang dijelaskan atau dipikirkan sebagian masyarakat. Karena hal itu, merupakan untuk dijadikan acuan di lingkungan BUMN yang sebelumnya meminta rekomendasi nama penceramah.


"Wah, ini beritanya seolah-olah 200 orang sebagai penceramah. Padahal tidak seperti itu, sebenarnya kepentingan internal untuk BUMN," pungkasnya.


Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, daftar 200 nama penceramah yang dibuat Kemenag menuai kontroversi. Karena dianggap tindakan yang blunder sehingga akan berdampak dan dikhawatirkan memecahbelahkan kesatuan dan kerukunan antarumat.


Namun akhirnya, pihak kemenag mengklarifikasi dan mencabut daftar yang berisi 200 nama penceramah yang bisa dijadikan referensi untuk mengisi tausiah di masyarakat.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore