
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko
JawaPos.com - Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko menyinggung polimek daftar peceramah yang direkomendasikan Kementerian Agama. Menurut dia, rekomendasi daftar penceramah itu untuk mengisi beberapa instansi pemerintah, terutama di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sebelum daftar penceramah dipublikasi, ada berbagai aduan terkait kebingungan memilih penceramah. "Kemarin ada kebijakan dari menteri agama tentang 200 penceramah. Saya ingin klarifikasi walaupun menteri sudah mencabut," kata Moeldoko saat menjadi pengisi acara Inspirasi Ramadan di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Selasa (29/5).
Menurut dia, ada berbagai aduan dari Kementerian dan BUMN, sehinggan pihaknya meminta direkomendasikan penceramah yang cocok untuk lingkungannya. Sebab, lanjutnya, hasil survei yang diterima Moeldoko, ada ceramah yang dinilai bermuatan radikal. Maka, dilakukan pendataan untuk dijadikan rekomendasi di lingkungan BUMN.
Dalam laporannya itu prosentasinya sangat tinggi, untuk itu ada beberapa permintaan dari kementerian dan BUMN terkait rekomendasi nama pencermah. "Pak Menteri Agama (Lukman Hakim Saifuddin) tolong beri kami rekomendasi siapa-siapa yang bisa kita undang untuk ceramah di kementerian kami," ujarnya.
Setelah dipublikasikannya 200 nama pencermah, tib-tiba menjadi perbincangan yang kontroversi. Padahal, tidak seperti yang dijelaskan atau dipikirkan sebagian masyarakat. Karena hal itu, merupakan untuk dijadikan acuan di lingkungan BUMN yang sebelumnya meminta rekomendasi nama penceramah.
"Wah, ini beritanya seolah-olah 200 orang sebagai penceramah. Padahal tidak seperti itu, sebenarnya kepentingan internal untuk BUMN," pungkasnya.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, daftar 200 nama penceramah yang dibuat Kemenag menuai kontroversi. Karena dianggap tindakan yang blunder sehingga akan berdampak dan dikhawatirkan memecahbelahkan kesatuan dan kerukunan antarumat.
Namun akhirnya, pihak kemenag mengklarifikasi dan mencabut daftar yang berisi 200 nama penceramah yang bisa dijadikan referensi untuk mengisi tausiah di masyarakat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
