Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 03.14 WIB

Mendag Gandeng Lippo Group "Lawan" Pengusaha Ritel Modern

Menteri Perdagangan (Mendag) meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, Kota Cirebon, Selasa (29/5). - Image

Menteri Perdagangan (Mendag) meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, Kota Cirebon, Selasa (29/5).

JawaPos.com - Potensi pasar tradisional memiliki pangsa pasar yang tinggi di masyarakat. Sehingga, perlu dikembangkan menjadi pasar yang memiliki daya saing dan lebih kompetitif dengan pasar modern.


Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita saat meninjau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon, Selasa (29/5).


Ia menambahkan, pedagang pasar tradisional dituntut memiliki daya saing menghadapi persaingan dengan pasar modern. Untuk upaya tersebut, Mendag menggandeng para pengusaha yang bergerak di bidang ritel, salah satunya bos Lippo Group, Mochtar Riady.


"Secara khusus saya mengajak Mokhtar Yadi, beliau Founder Lippo Group. Saya undang beliau khusus untuk melihat dan menyaksikan sendiri, akan ada bentuk suplai bantuan lebih murah kepada pedagang pasar," ungkapnya usai meninjau harga di Pasar Kramat, Kota Cirebon, Selasa (29/5).


Enggar mengatakan, alasan menggandeng pengusaha meninjau pasar itu, adalah upaya mencoba menawarkan kerjasama ritel untuk menyuplai barang lebih murah di warung atau pasar tradisional.


"Pasar tradisional harus mendapat perhatian khusus agar tidak tergerus persaingan pasar modern. Selama ini, pedagang pasar dan warung mendapat pertentangan dari pasar modern," katanya.


Kemendag pun berencana menyuplai barang kepada para pedagang pasar tradisional dengan harga lebih murah. Upaya tersebut, dilakukan agar tidak ada kecemburuan antara pasar modern dan pasar tradisional. Sehingga persaingan di antara keduanya bisa lebih kompetitif.


"Kami menggandeng pengusaha (ritel) untuk memenuhi suplai barang di pasar tradisional, agar mampu bersaing dengan toko ritel modern," ujar Enggar.


Enggar menambahkan, rencana itu dimulai dengan sosialisasi kepada pedagang pasar tradisional apakah tertarik atau tidak, menerima suplai dari pengusaha ritel.


"Kami sosialisasi (kepada pedagang) mau pakai pilihan supplier perusahaan ritel atau tidak, kami tidak memaksa. Kami akan melakukan inventarisir para pedagang. Ini bukan paksaan, ini opsi saja kepada pedagang pasar," tuturnya.


Manfaat kerjasama perusahaan ritel kata Enggar, adalah sistem pemesanan sangat efisien. Selain itu mekanisme pasar bisa dipantau langsung oleh pemerintah.


"Sepanjang tahun, pengusaha sudah melakukan kegiatan mencari untung. Itu sah. Akan tetapi, kalau mencari untung berlebihan itu tidak sah. Pemerintah tidak membiarkan para pengusaha mencari untung berlebihan dengan cara menaikkan harga seenaknya," tutupnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore