
Menteri Perdagangan (Mendag) meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, Kota Cirebon, Selasa (29/5).
JawaPos.com - Potensi pasar tradisional memiliki pangsa pasar yang tinggi di masyarakat. Sehingga, perlu dikembangkan menjadi pasar yang memiliki daya saing dan lebih kompetitif dengan pasar modern.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita saat meninjau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Cirebon, Selasa (29/5).
Ia menambahkan, pedagang pasar tradisional dituntut memiliki daya saing menghadapi persaingan dengan pasar modern. Untuk upaya tersebut, Mendag menggandeng para pengusaha yang bergerak di bidang ritel, salah satunya bos Lippo Group, Mochtar Riady.
"Secara khusus saya mengajak Mokhtar Yadi, beliau Founder Lippo Group. Saya undang beliau khusus untuk melihat dan menyaksikan sendiri, akan ada bentuk suplai bantuan lebih murah kepada pedagang pasar," ungkapnya usai meninjau harga di Pasar Kramat, Kota Cirebon, Selasa (29/5).
Enggar mengatakan, alasan menggandeng pengusaha meninjau pasar itu, adalah upaya mencoba menawarkan kerjasama ritel untuk menyuplai barang lebih murah di warung atau pasar tradisional.
"Pasar tradisional harus mendapat perhatian khusus agar tidak tergerus persaingan pasar modern. Selama ini, pedagang pasar dan warung mendapat pertentangan dari pasar modern," katanya.
Kemendag pun berencana menyuplai barang kepada para pedagang pasar tradisional dengan harga lebih murah. Upaya tersebut, dilakukan agar tidak ada kecemburuan antara pasar modern dan pasar tradisional. Sehingga persaingan di antara keduanya bisa lebih kompetitif.
"Kami menggandeng pengusaha (ritel) untuk memenuhi suplai barang di pasar tradisional, agar mampu bersaing dengan toko ritel modern," ujar Enggar.
Enggar menambahkan, rencana itu dimulai dengan sosialisasi kepada pedagang pasar tradisional apakah tertarik atau tidak, menerima suplai dari pengusaha ritel.
"Kami sosialisasi (kepada pedagang) mau pakai pilihan supplier perusahaan ritel atau tidak, kami tidak memaksa. Kami akan melakukan inventarisir para pedagang. Ini bukan paksaan, ini opsi saja kepada pedagang pasar," tuturnya.
Manfaat kerjasama perusahaan ritel kata Enggar, adalah sistem pemesanan sangat efisien. Selain itu mekanisme pasar bisa dipantau langsung oleh pemerintah.
"Sepanjang tahun, pengusaha sudah melakukan kegiatan mencari untung. Itu sah. Akan tetapi, kalau mencari untung berlebihan itu tidak sah. Pemerintah tidak membiarkan para pengusaha mencari untung berlebihan dengan cara menaikkan harga seenaknya," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
