Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 07.05 WIB

Niat Merampok, Residivis Malah Dibacok Korbanya Sendiri

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Polres Metro Bekasi Kota masih menunggu keterangan saksi ahli tekait status korban MIB terhadap kasus pembunuhan pelaku pencurian dan kekerasan Aric Saipuloh.


Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto menerangkan, status MIB masih sebagai saksi atas penganiayaan yang menimpanya. Nantinya, pihaknya akan meminta keterangan saksi ahli pidana atas perbuatan MIB terhadap pelaku.


"Masih saksi. Menunggu ahli pidana belum dapat disimpulkan, sampai sekarang belum ada pemeriksaan ahli jadi masih saksi," kata Kombes Indarto kepada JawaPos. com, Selasa (29/5).


Nantinya, setelah mendapatkan keterangan saksi ahli status MIB dapat disimpulkan, apakah murni pembelaan diri atau terdapat unsur pidana.


"Untuk melihat sejauh mana tindakan korban masuk mana, nanti ahli yang bilang," ungkapnya.


Sementara Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, pelaku (Indra) yang kini terbaring di RS, telah ditetapkan sebagai tersangka. "Dia jadi tersangka," ujarnya kepada Jawapos.com.


Bahkan, berdasarkan rekam jejak polisi, pelaku merupakan seorang residivis dengan tindak pidana yang sama yakni pencurian.


"Aras laporan kemarin tahun 2017, dia terbukti melakukan tindak pidana, kasusnya sama perampokan," pungkasnya.


Kejadian berawal saat korban MIB dan rekanya A sedang nongkrong di jembatan Sumarecon Bekasi. Kemudian datang dua pelaku bernama Aric dan Indra dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit. Kedua pelaku meminta handphone milik MIB dan A.


Korban A menyerahkan handphonenya, sementara MIB enggan memberikan handphonenya, Aric yang geram langsung menyabetkan celuritnya hingga mengenai lengan kanan MIB. Meski kena sabetan celurit MIB tetap melakukan perlawanan. Sehingga terjadilah perkelahian keempatnya di jembatan sumarecon, MIB bisa menguasi senjata tajam Aric, tanpa basa basi MIB langsung memberikan sabetan kebagian leher dan dada.


Melihat rekanya terkena sabetan, Indra kemudian mengajak Aric melarikan diri. Karena handphone A masih berad ditangan Indra, MIB mengejar dan menyabetkan celuritnya ke kepala Indra.


Aric dan Indra yang sudah kalah kemudian melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya, keduanya pergi ke rumah sakit Anna yang berjarak 1 kilometer dari lokasi kejadian. Namun karena kehabisan darah Aric tewas. Sementara MIB dan rekanya bergegas pergi ke Mapolrestro Bekasi Kota untuk melaporkan kejadian curas tersebut.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore