Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 01.30 WIB

Ngeri, Selandia Baru Musnahkan 150 Ribu Sapi

Selandia Baru berencana memusnahkan sekitar 150.000 sapi. Pemerintah dan pemimpin industri peternakan sapi mengumumkan rencana ambisius pada hari Senin, (28/5) - Image

Selandia Baru berencana memusnahkan sekitar 150.000 sapi. Pemerintah dan pemimpin industri peternakan sapi mengumumkan rencana ambisius pada hari Senin, (28/5)

JawaPos.com - Selandia Baru berencana memusnahkan sekitar 150.000 sapi. Pemerintah dan pemimpin industri peternakan sapi mengumumkan rencana ambisius pada hari Senin, (28/5), seperti dilansir Independent.


Mereka mengatakan, ini dilakukan untuk menghilangkan virus Mycoplasma Bovis. Juli tahun lalu, Mycoplasma bovis ditemukan di negara itu untuk pertama kalinya.


Ditemukan di Eropa dan AS, bakteri tersebut dapat menyebabkan sapi menderita mastitis, radang paru-paru, arthritis, dan penyakit lainnya. Mereka tidak dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan pangan, tetapi menyebabkan kerugian produksi pertanian.


Para pejabat mengatakan, mereka berencana untuk membunuh semua sapi di peternakan manapun di mana bakteri ditemukan, bahkan jika didalamnya masih ada beberapa hewan sehat. Presiden Nasional Federated Farmers, Katie Milne mengatakan, penting untuk mencoba menyingkirkan Mycoplasma Bovis saat masih ada peluang.


Mereka, ujar Milne, berusaha memastikan para petani yang terkena dampak memiliki semua dukungan yang mereka butuhkan, termasuk kompensasi yang memadai. “Ini adalah masa yang sulit. Rasa sakit dan penderitaan yang akan dilalui para petani benar-benar mengerikan,” katanya tentang para petani yang terkena dampak.


Selandia Baru adalah rumah bagi sekitar 10 juta sapi, sekitar dua kali populasi manusia. Sekitar dua pertiga adalah sapi perah dan sapi potong sisanya. Produk susu mewakili ekspor tunggal terbesar negara, dan sebagian besar dijual ke Tiongkok dan digunakan dalam susu formula.


Mycoplasma Bovis sejauh ini telah ditemukan di 38 peternakan di seluruh Selandia Baru. Mereka mengatakan, semua infeksi yang ditemukan sejauh ini dapat ditelusuri kembali ke satu peternakan, dan bahwa bakteri kemungkinan tiba di Selandia Baru 18 bulan sebelum mereka pertama kali diidentifikasi.


Pemerintah masih mencari tahu bagaimana bakteri masuk ke negara itu meskipun kontrol biosekuriti yang ketat. Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, dia yakin sekarang adalah waktu yang memungkinkan untuk membasmi Mycoplasma Bovis.


"Kami tidak tahu, dalam jangka panjang, apa dampaknya secara kolektif terhadap industri, tapi kami memiliki kesempatan untuk menjadi negara yang memberantas penyakit ini, maka kita akan mengambilnya,” ujarnya.

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore