
Umat Buddha di Makassar mempersiapkan kelengkapan menyambut hari raya Waisak di Kelenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Makassar, Senin (28/5).
JawaPos.com - Jelang peringatan hari raya Waisak, umat Buddha di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) berbondong-bondong melakukan berbagai persiapan. Segala perlengkapan seperti benda-benda sakral mulai dari patung dewa dewi hingga merias bunga tak luput dari agenda pembersihan.
Kepala Humas Kelenteng Xian Ma, Robbyanto Rusli mengungkapkan, pembersihan berbagai macam benda-benda ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyambut pelaksanaan hari raya Waisak, Selasa (29/5) besok.
"Jadi hari ini persiapan kita semuanya dituntaskan, mandi rupalah untuk menyambut hari suci Waisak besok. Hampir setiap tahun, rangkaian peringatan-peringatan persiapan seperti ini juga sudah tradisi kita lakukan," ujarnya saat ditemui di Kelenteng Xian Ma, Jalan Sulawesi, Makassar, Senin (28/5).
Dari dalam kelenteng lima lantai ini, dekorasi hingga ornamen-ornamen ruangan telah menghiasi setiap dinding-dinding hingga altar tempat dimana pemimpin jalannya upacara suci berlangsung. Tepat di lantai lima gedung, yang digunakan sebagai lokasi utama pelaksanaan upacara, juga telah tersedia altar khusus puncak pelaksanaan Waisak.
Kata Robbyanto, ada dua jenis bunga khusus yang juga digunakan sebagai pelengkap berjalannya prosesi upacara. Bunga lili dan bunga krisan. "Maknanya sebenarnya sebagai keindahan dan ketentraman untuk tahun ini. Jadi tiap tahun pasti ada bunga-bunga yang berbeda-beda juga. Karena bunga yang kita pesan juga cuman dua jenis, dan bertepatan juga dengan kebutuhan bunga yang kita maknai seperti itu," ucapnya.
Robby menjelaskan, pada dasarnya segala perlengkapan dan kesiapan pelaksanaan upacara besok, tak jauh berbeda dalam pelaksanaan-pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, yang agak sedikit berbeda adalah makna dari Waisak di tahun ini.
"Kalau yang umum-umum mulai dari rangkaian persiapan dan segala macam hampir sama. Maknanya saja untuk tahun ini memang berbeda, apa lagi ini masuk tahun-tahun politik. Untuk itu, kita tentu berharap kalau negara kita khusus untuk Makassar semakin aman dan terhindar dari segala macam perbuatan yang tidak baik, dan diberikan semua yang baik-baik," jelasnya.
Untuk agenda acara sendiri disebutkan Robby, juga telah disusun sedemikian rupa untuk pelaksanaannya. Meski enggan menyebutkan satu persatu sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai, namun bagi masyarakat siapapun dan dari manapun lanjutnya dipersilahkan apabila ingin menyaksikan secara langsung upacara nanti.
"Jadi setiap tahun juga seperti itu, bahkan banyak warga masyarakat yang datang kesini, untuk ikut kalau misalnya ada orang ambil air, mungkin semacam air yang dianggap suci bisa digunakan untuk hal-hal yang baik-baik. Umumnya seperti itu," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
