
Ilustrasi Petani Tembakau. Komite Nasional Pelestarian Kretek bakal menggelar sejumlah aksi kreatif jelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia.
JawaPos.com - Tanggal 31 Mei kerap diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Namun belakangan, Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dijadikan momentum gerakan pengendalian terhadap tembakau.
Tujuannya adalah untuk mematikan Industri Hasil Tembakau. Hal itulah yang lantas menjadi keprihatinan Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK).
KNPK menilai tembakau memiliki manfaat besar bagi negara. Sumbangsih cukai hasil tembakau pada tahun 2017 misalnya, mencapai Rp 149 T.
Selain itu dari sisi ketenagakerjaan, Industri Hasil Tembakau menghidupi 6 juta orang di dalamnya. Disana ada petani tembakau, cengkeh, buruh pabrik, distributor hingga pedagang.
Dalam rangka melawan dan membela kretek dan jutaan orang yang menggantungkan hidup padanya, KNPK melangsungkan aksi kreatif di 3 Kota. Yakni Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.
Aksi berlangsung pada 28-31 Mei dengan tajuk 'Berterimakasih Kepada Segala Yang Memberi Kehidupan'.
Ketua Komunitas Kretek, Aditia Purnomo menuturkan, Indonesia lebih butuh peringatan Hari Terima Kasih Tembakau Indonesia, sebagai simbol perlawanan terhadap neoliberalisme asing.
Mereka jelas ingin membunuh budaya kretek dan meruntuhkan kekuatan ekonomi nasional.
"Karena itu, marilah bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan tembakau sehingga banyak orang dianugerahi kretek dan bisa menghisapnya dengan nikmat," kata dia di Jakarta, Senin (28/5).
Selain menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau, Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) juga menyoroti persoalan Industri Hasil Tembakau hari ini.
Koordinator KNPK, Azami Mohammad mengatakan, Industri Hasil Tembakau sedang mengalami tekanan yang berat.
Mulai dari kampanye buruk tentang tembakau, hingga regulasi pemerintah seperti kenaikan cukai yang tinggi.
"Ini menjadi beban bagi Industri Hasil Tembakau. Sebagai industri strategis nasional, sektor hasil tembakau butuh support dan dukungan" ujar Azami.
Azami menambahkan, jika Industri Hasil Tembakau terus-menerus terbebani, dikhawatirkan menimbulkan efek domino yang besar.
"Bukan tidak mungkin negara akan mengalami lost potensi perekonomian nasional hingga ratusan triliun rupiah. Belum lagi soal ketenagakerjaan. Ada 6 juta orang yang menggantungkan nasibnya di sektor tembakau," pungkas dia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
