Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 22.37 WIB

Tolak Hari Tanpa Tembakau, Tribute Kretek Gelar Aksi Kreatif

Ilustrasi Petani Tembakau. Komite Nasional Pelestarian Kretek bakal menggelar sejumlah aksi kreatif jelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia. - Image

Ilustrasi Petani Tembakau. Komite Nasional Pelestarian Kretek bakal menggelar sejumlah aksi kreatif jelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

JawaPos.com - Tanggal 31 Mei kerap diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Namun belakangan, Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) dijadikan momentum gerakan pengendalian terhadap tembakau.


Tujuannya adalah untuk mematikan Industri Hasil Tembakau. Hal itulah yang lantas menjadi keprihatinan Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK).


KNPK menilai tembakau memiliki manfaat besar bagi negara. Sumbangsih cukai hasil tembakau pada tahun 2017 misalnya, mencapai Rp 149 T.


Selain itu dari sisi ketenagakerjaan, Industri Hasil Tembakau menghidupi 6 juta orang di dalamnya. Disana ada petani tembakau, cengkeh, buruh pabrik, distributor hingga pedagang.


Dalam rangka melawan dan membela kretek dan jutaan orang yang menggantungkan hidup padanya, KNPK melangsungkan aksi kreatif di 3 Kota. Yakni Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.


Aksi berlangsung pada 28-31 Mei dengan tajuk 'Berterimakasih Kepada Segala Yang Memberi Kehidupan'.


Ketua Komunitas Kretek, Aditia Purnomo menuturkan, Indonesia lebih butuh peringatan Hari Terima Kasih Tembakau Indonesia, sebagai simbol perlawanan terhadap neoliberalisme asing.


Mereka jelas ingin membunuh budaya kretek dan meruntuhkan kekuatan ekonomi nasional.


"Karena itu, marilah bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan tembakau sehingga banyak orang dianugerahi kretek dan bisa menghisapnya dengan nikmat," kata dia di Jakarta, Senin (28/5).


Selain menolak peringatan Hari Tanpa Tembakau, Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) juga menyoroti persoalan Industri Hasil Tembakau hari ini.


Koordinator KNPK, Azami Mohammad mengatakan, Industri Hasil Tembakau sedang mengalami tekanan yang berat.


Mulai dari kampanye buruk tentang tembakau, hingga regulasi pemerintah seperti kenaikan cukai yang tinggi.


"Ini menjadi beban bagi Industri Hasil Tembakau. Sebagai industri strategis nasional, sektor hasil tembakau butuh support dan dukungan" ujar Azami.


Azami menambahkan, jika Industri Hasil Tembakau terus-menerus terbebani, dikhawatirkan menimbulkan efek domino yang besar.


"Bukan tidak mungkin negara akan mengalami lost potensi perekonomian nasional hingga ratusan triliun rupiah. Belum lagi soal ketenagakerjaan. Ada 6 juta orang yang menggantungkan nasibnya di sektor tembakau," pungkas dia.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore