
BELUM PERMANEN: Pintu tol Wilangan yang dioperasikan selama ruas Wilangan–Kertosono belum rampung.
Bertahun-tahun pertigaan Mengkreng, Kediri, menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Jawa Timur. Apalagi saat mudik dan balik Lebaran. Setiap kendaraan pasti antre berjam-jam untuk bisa lepas dari Mengkreng.
----------------
Di titik itulah, terjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Surabaya, Madiun, dan Kediri. Jalan tol menjadi solusi untuk meminimalkan kemacetan tersebut. Dengan keberadaan jalan tol, kendaraan roda empat atau lebih dari arah Surabaya yang mengarah ke Madiun atau Solo bisa punya alternatif untuk tidak lagi melewati pertigaan Mengkreng. Begitu pun kendaraan dari Madiun yang mengarah ke Surabaya. Kalau sudah begitu, volume kendaraan yang melintas di pertigaan Mengkreng akan jauh berkurang. Macet pun bakal berlalu.
Sayangnya, di titik itulah pembangunan tol trans-Jawa justru belum rampung. Pembangunan seksi Wilangan–Kertosono baru 65 persen. ’’Saat arus mudik dan balik Lebaran nanti fungsional,’’ kata Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno. NKJ merupakan operator tol Ngawi–Kertosono.
Namun, pembangunan fisik ruas Wilangan–Kertosono dikerjakan satuan kerja (satker) APBN atau satker seksi IV. ’’Tol Ngawi–Kertosono ini terbilang marginal. Karena itu, pemerintah ikut membiayai pembangunan lewat APBN untuk Wilangan–Kertosono,’’ terang Iwan.
Ketika arus mudik dan balik Lebaran nanti, tol Wilangan–Kertosono dibuka satu jalur mulai H-8 Lebaran. Pemanfaatannya berbanding terbalik dengan arus dari Jakarta. Artinya, saat arus mudik, jalur kendaraan di Wilangan–Kertosono adalah yang berasal dari arah Surabaya ke Solo. Ketika arus balik, jalurnya dari barat ke timur. Atau dari Solo ke Surabaya. Hal itu disesuaikan dengan karakteristik mudik di Jawa Timur.
’’Di Jawa Timur itu kan mudiknya dari Surabaya atau Sidoarjo,’’ papar Iwan. Karena itu, saat arus mudik nanti, kendaraan dari Surabaya yang mengarah ke Madiun atau Solo tidak perlu lagi keluar Bandar seperti saat ini. Tetapi bisa masuk langsung masuk Wilangan–Kertosono.
Sebaliknya, arus balik kendaraan yang mengarah ke Surabaya tidak perlu keluar pintu Wilangan. Tetapi bisa bablas ke Kertosono, lanjut Surabaya. ’’Intinya, dengan fungsional itu untuk menghindari Mengkreng. Pokoknya, kami ingin mengakhiri cerita macet Mengkreng,’’ ujar Iwan.
Hal senada ditegaskan Kepala Satuan Kerja Seksi IV Tol Solo–Kertosono Agung Sutarjo. Agung menyatakan bahwa tol Wilangan–Kertosono bakal menjadi jalur fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran. Karena itu, mereka kini terus ngebut menyelesaikannya. ’’Sekarang sudah 65 persen. Sebelum Lebaran nanti, target kami 70 persen,’’ jelas Agung.
Salah satu fokus pekerjaan saat ini adalah menuntaskan pembangunan jembatan Kali Konto di sisi timur Kali Brantas. Atau tidak jauh dari pintu tol Bandar. Beberapa alat berat memang tampak di titik tersebut. Petugas bekerja keras menyelesaikan pembangunan jembatan sekaligus sambungan dengan ruas Mojokerto–Kertosono. Pekerjaan juga terlihat di beberapa titik lain. Misalnya, di Baron dan Sukomoro yang terletak antara Nganjuk dan Kertosono.
Di dua wilayah tersebut, tampak truk berlalu-lalang membawa pasir dan batu (sirtu) untuk pemadatan jalur tol. Pemandangan serupa terlihat di Bagor bagian timur. Atau beberapa kilometer sebelum pintu Wilangan. Bahkan, volume truk yang mengangkut sirtu lebih tinggi ketimbang di dua wilayah yang disebut sebelumnya. ’’Panjang tol Wilangan–Kertosono ini kan 38 km. Di antara jumlah itu, sudah 20 km yang selesai dibeton. Tapi, itu spot-spot,’’ jelas Agung.
Spot terpanjang yang sudah tuntas dibeton adalah Wilangan–Bagor. Panjangnya sekitar 10 km. Spot lainnya mulai Jembatan Kali Brantas ke barat yang tidak kurang dari 2 km. Sisa 18 km itulah yang kini masih berupa tanah yang dipadatkan. Juga beton lantai kerja yang tebalnya 10 cm. ’’Yang 18 km itu yang kami kejar untuk penyelesaian lantai kerjanya sebelum Lebaran. Jadi, saat dilalui arus mudik nanti, yang 18 km itu berupa lantai kerja tersebut,’’ tandas Agung.
Hapus Pintu Wilangan, Buka Nganjuk
Pintu tol Wilangan hanya bersifat sementara. Pintu itu akan dioperasikan selama ruas Wilangan–Kertosono belum selesai. Setelah pembangunan tol sepanjang 38 km tersebut rampung, pintu Wilangan akan dihapus. ”Aneh kan, ada pintu di tengah jalan tol,” kata Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya Iwan Moedyarno. Karena itulah, pintu Wilangan saat ini tidak permanen. Tidak seperti pintu tol di ruas Wilangan–Ngawi yang lainnya.
Gerbangnya juga minim. Cuma empat. Dua untuk jalur ke arah Solo dan dua di jalur menuju Surabaya. Lantaran bangunannya yang tidak permanen, saat arus mudik dan balik Lebaran nanti gerbang bisa ditambahkan. Rencananya, untuk yang mengarah ke Solo, ditambah satu gerbang lagi. Posisinya di sisi kiri yang ada saat ini. ”Yang ke arah Surabaya akan kami tambahkan tiga di sisi kiri gerbang yang ada sekarang,” ucap Iwan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
