
Diajeng Lestari (kiri) usai press conference acara Hijup Ramadhan Festival 2018 di Jakarta, Sabtu (26/5).
JawaPos.com - Aksi teror yang terjadi beberapa minggu terakhir di berbagai daerah Indonesia, turut mempengaruhi beberapa sektor inti di tanah air. Termasuk, industri fesyen muslim. Seperti diketahui, aksi teror yang mengatas namakan Islam telah mencuatkan isu sensitif terhadap citra perempuan berhijab secara global.
Salah satu pelaku Industri fesyen sekaligus pemilik e-commerce modest fashion Hijup, Diajeng Lestari mengatakan akibat kejadian tersebut cukup menyulitkan proses branding fesyen muslim ke kancah Internasional. Sebab, image perempuan berhijab seolah-olah disimbolkan sebagai pelaku kejahatan.
"Memang isu terorisme mengakibatkan kita cukup kesulitan untuk melakukan branding ke luar. Kalau kita ketik muslim fashion di google, pasti yang muncul berita-berita dan gambar perempuan berhijab yang negatif. Seolah-olah menggambarkan Islam yang demikian. Tugas kita untuk menyampaikan informasi yang benar," ujar Diajeng saat press conference acara Hijab Ramadan Festival, di Hall Kota Kasablanka, Jakarta Sabtu (26/5).
Namun, dia mengaku tetap akan memberikan edukasi dan pemahaman yang baik terhadap busana modest. Hal itu sudah dilakukan melalui campaign ekonomi syariah di bidang fashion. Salah satu pointnya adalah mengajak segenap masyakarat, para desainer, pemerintah, media hingga stakeholder untuk menyebarkan nilai positif Islam sesungguhnya.
Selain itu, menurut Diajeng, penting bagi para pelaku industri fesyen dan e-commerce untuk mendukung sektor ekonomi berbasis syariah dalam memasarkan karya-karyanya. Diantaranya, melalui pembayaran tunai atau debit (non kredit) dan penggunaan bahan-bahan halal yang aman digunakan siapapun.
"Memang perlu untuk bersinergi dalam membangun image baik fashion muslim, terutama media. Jihadnya media dapat dilakukan dengan share perkembangan fashion muslim dan etika berpakaian yang benar menurut syariat. Selain itu, juga menyebarkan value Islam, yakni ekonomi syariah untuk mendukung pembangunan bangsa," lanjutnya.
Apalagi, ungkapnya, pasar fesyen muslim global pun terbilang besar. Bahkan, di berbagai negara di dunia, seperti Amerika beberapa brand modest dari tanah air sudah semakin diminati. Oleh karena itu, upaya untuk mengkampanyekan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia-pun harus gencar dilakukan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
