Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 02.18 WIB

Haura, Bocah 9 Tahun Berkelainan Kulit yang Dicemooh

Haura, anak yang memiliki kelainan kulit dicemooh setiap hari oleh tetangganya. - Image

Haura, anak yang memiliki kelainan kulit dicemooh setiap hari oleh tetangganya.

JawaPos.com - Haura, gadis Irak berusia empat tahun seharusnya menikmati masa kecilnya seperti teman-teman seusianya. Sebaliknya, kondisi penyakit kulit yang dibawa sejak lahir membuanya menjadi objek cemooh di desanya, 200 Km dari Baghdad.


Bercak hitam tumbuh di kulitnya, dan hampir seluruh badan di penuhi rambut. Setiap hari, orang tua Haura memakaikan ia dengan baju lengan panjang dan kerah tinggi. 


"Hanya dua tahun, dia pergi ke sekolah, lalu kami benar-benar takut itu (ia di cemooh) sehingga sekarang ia tidak bersekolah," kata Alia Khafif, ibu Haura, di rumahnya di Wahed Haziran, provinsi Diwaniya. "Perilaku anak-anak terhadapnya, kami tidak bisa menjamin bahwa dia akan merasa nyaman di sekolah, ini hambatan yang besar untuk masa depannya," katanya. 


Tanda hitam dan rambut menutupi bahu Haura dan hampir seluruh punggungnya, lengan dan lehernya. Kondisi tersebut bisa semakin memburuk. 


Dalam arti, tanda lahir atau tahi lalat itu bisa membuatnya rentan terhadap kanker melanoma. Melanoma adalah kanker kulit yang paling berbahaya. 


Untuk mencegah kondisi yang akan semakin fatal, perawatan terbaik adalah cangkok kulit dan laser. Dokter kulit Aqil al-Khaldi juga menyarankan agar Haura mendapat bantuan psikologis. 


Namun, karena keterbatasan ekonomi, keluarga Haura tak mampu melaksanakan itu. Apalagi beberapa sistem medis Irak telah dihancurkan karena kekacauan pada tahun 2003. Penggulingan terhadap diktator Saddam Hussein.


"Kami telah datang ke beberapa dokter dan mereka semua mengatakan kepada kami bahwa dia tidak dapat dirawat di Irak. Mereka semua mengatakan kami harus pergi ke pusat spesialis di luar negeri," kata ibu Haura. "Kami tidak mampu membayar biaya perjalanan atau biaya medis," ujarnya.


Bahkan perawatan untuk mengurangi rasa gatal berada di luar jangkauan keuanga keluarga. Iritasi semakin memburuk karena musim panas, suhu secara melebihi 50 Celcius.


"Dia anak normal, tidak ada yang salah dengan dia," kata saudara laki-laki Haura, Ahmad. "Tapi ketika dia keluar rumah, tetangga kami menertawakannya," tambahnya. 


Jadi ketika saudara-saudaranya pergi ke sekolah, Haura duduk dan bermain sendiri. Terkadang ia hanya mengintip ke cermin kecil berbingkai hijau, mendekat dan hanya mata cokelatnya yang besar dan wajah cantiknya yang ia tunjukkan.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore