Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 11.05 WIB

Miris! Penjualan Petasan Menurun

Penjualan petasan di Pasar Asemka, Jakarta Barat mengalami penurunan saat Ramadan 1439 Hijriah. - Image

Penjualan petasan di Pasar Asemka, Jakarta Barat mengalami penurunan saat Ramadan 1439 Hijriah.

JawaPos.com - Hari raya Idul Fitri dan tahun baru selalu identik dengan petasan dan kembang api. Di malam hari, suara petasan dan kembang api selalu terdengar dari magrib sampai tengah malam. Langit pun akan dihiasi dengan warna-warni yang indah.


Tapi nyatanya, salah seorang pedagang petasan dan kembang api di pasar Asemka, Asep, Jakarta, mengaku mengalami penurunan pendapatan di 2018. Asep memperkirakan, bisnis kembang api sekarang ini sudah tidak terlalu bisa diharapkan.


"Bila dibandingkan 2017, tahun ini ada penurunan pendapatan sampai 70 persen," katanya, di pasar Asemka, Jakarta, Sabtu (26/5).


Asep pun mengaku, di tahun ini ia tetap mendapat untung dari penjualan petasan dan kembang api meski hanya sedikit. Ia berharap, dari penjualannya ini bisa balik modal dan hutangnya bisa ditutupi. Hal ini Asep katakan karena lesunya minat masyarakat akan petasan hingga kembang api.


Pedagang ini mengaku, setiap tahun ia rutin berjualan petasan dan kembang api disaat momen puasa. Kesehariannya bila di hari biasa atau bukan Ramadan adalah bisnis di kampungnya dan pada tahun ini, Asep tidak bisa memprediksi berapa pendapatan yang diperolehnya.


"Tahun lalu saya bisa mendapat keuntungan Rp 100 juta sampai Rp 200 juta dengan modal Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Untuk tahun ini, saya tidak bisa memprediksi," bebernya.


Ia, telah menjual petasan dan kembang api pada saat Ramadan di pasar Asemka selama 8 tahun. Dari 2010 sampai sekarang, Asep mengaku, masyarakat akan membeli petasan dan kembang api paling ramai dari H-1 minggu sampai takbiran, H-1 Lebaran.


"Petasan dan kembang api yang saya jual dari harga Rp 2000 sampai ratusan ribu. Yang jual ini petasan dan kembang api dari berbagai merek," bebernya.


Ditambah pedagang petasan dan kembang api lainnya, Bima, ia mengaku tak tau menahu penyebab lesunya pembeli. Ia pun memperkirakan, lesunya penjualan dari sejak petasan korek dilarang.


"Sepertinya dari petasan korek dilarang, petasan dan kembang api mulai sepi. Keuntungan selalu menurun bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tutup Bima.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore