Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Mei 2018 | 00.04 WIB

Ngabuburit di Puncak Bukit Sambil Menikmati Sunset

SEJUK: Bukit Paralayang Sidoluhur, yang berlokasi di Gunung Tumpuk, Lawang, Kabupaten Malang. - Image

SEJUK: Bukit Paralayang Sidoluhur, yang berlokasi di Gunung Tumpuk, Lawang, Kabupaten Malang.

JawaPos.com - Bosan ngabuburit alias menunggu waktu berbuka puasa di mal atau kafe? Mungkin ngabuburit di salah satu destinasi wisata di Kabupaten Malang ini bisa dicoba.


Bukit Paralayang Sidoluhur berada di Gunung Tumpuk, Lawang. Maret lalu, Bupati Malang Rendra Kresna meresmikan tempat tersebut sebagai destinasi wisata. Kini, pengunjung di Bukit Paralayang Sidoluhur terus bertambah.


Apalagi pada bulan Ramadan seperti sekarang. Sore menjelang Magrib, venue take off paralayang tersebut ramai dikunjungi warga. Biasanya, mereka menghabiskan waktu dengan menikmati panorama di Gunung Tumpuk sembari menunggu waktu buka puasa.


Destinasi wisata Bukit Paralayang Sidoluhur berada di ketinggian sekitar 1.280 meter di atas permukaan laut (mdpl). Udara sejuk dan hamparan kebun penduduk yang hijau menawarkan kesenangan tersendiri.


Menuju Desa Sidoluhur cukup mudah. Dari Kota Malang, tinggal menuju ke arah utara dan sampai ke kawasan Bedali. Setibanya di sana, pengunjung disarankan untuk melewati jalur alternatif menuju ke Sidoluhur.


Sebab jika melewati Sumberwuni, maka jalur yang ditempuh akan lebih jauh karena memutar. Melalui jalur alternatif memang ada baiknya bersama rekan. Meski bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat, namun lokasinya cukup sepi. Kanan dan kiri kebun tebu, perkebunan warga dan pabrik.


Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit, pengunjung akan bisa menemukan Kantor Desa Sidoluhur. Dari sini, perjalanan akan semakin menyenangkan. Tanaman hijau yang asri terkesan memanjakan mata.


Nanti, pengunjung akan melewati jalan dengan kontur menurun dan belokan tajam. Pastikan rem kendaraan ciamik jika tidak ingin tersungkur. Suasana sejuk dengan aroma segar pinus juga bisa dirasakan. Bahkan ketika mendung, kabut tipis turut mewarnai suasana.


Kades Sidoluhur Mulyoko mengatakan, banyak warga memanfaatkan waktu dengan menyaksikan panorama di atas Gunung Tumpuk. Jika cuaca cukup cerah, bukan tidak mungkin bisa menikmati sunset di gunung tersebut. "Cukup banyak (warga yang datang). Lumayan lah," kata Mulyono kepada JawaPos.com, Sabtu (26/5).


Meksi Ramadan, aktivitas paralayang masih dilakukan. Biasanya dilaksanakan pagi hari. Jika wisawatan tidak punya kemampuan terbang namun ingin merasakan serunya berparalayang, akan ada penandem atau instruktur yang menemami ketika terbang.


"Terbangnya pagi. Tapi harus janjian dulu. Nanti ada instruktur yang biasanya menemani tandem," kata laki-laki yang sudah enam kali terbang paralayang itu.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore