Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 20.10 WIB

Risma Diminta Tegur Kepala Dinas Pendidikan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyapa pelajar di Taman Apsari. - Image

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyapa pelajar di Taman Apsari.

JawaPos.com - Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sudah diumumkan. Surabaya hanya menduduki peringkat ke-4. Hal itupun menuai kritikan.


Anggota Dewan Pendidikan Surabaya Murpin Josua Sembiring mengatakan, hasil UN perlu menjadi perhatian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sebab hal itu membuktikan buruknya kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama jajaran dinasnya. Terutama untuk mendongkrak mutu kegiatan belajar mengajar.


Murpin menekankan, publik melihat kualitas pendidikan sebuah kota berdasarkan peringkat akademiknya. "Tapi Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan kelihatannya tenang-tenang saja. Harusnya Bu Risma tegur itu kepala dinasnya," kata Murpin dihubungi JawaPos.com, Sabtu (26/5).


Selain itu, buruknya kinerja jajaran Dinas Pendidikan ada hubungannya dengan efisiensi anggaran. Menurutnya, ada inefisiensi pada alokasi anggaran. Sehingga besarnya anggaran pendidikan tidak sejalan dengan prestasi akademik.


Padahal anggaran pendidikan di Surabaya lebih besar ketimbang kabupaten kota lain di Jawa Timur (Jatim). "Ternyata besarnya anggaran tidak menjamin tinggi rendahnya mutu kinerja perangkat Dinas Pendidikan hingga ke sekolahnya," tegas Murpin.


Murpin juga mengkritisi penerapan metode High Order Thinking Skill (HOTS). Metode pembelajaran itu diklaim hanya cocok untuk mahasiswa. Karena banyak siswa yang pandai bukan hasil belajar di sekolah.


"Coba lihat anak SMP atau SMA yang berprestasi. Mereka bisa pintar karena ikut les di lembaga bimbingan belajar. Bukan hanya menggantungkan hasil belajar di sekolah," tukasnya.


Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jatim merilis hasil UN jenjang SMP sederajat. Hasilnya untuk nilai akhir mengalami penurunan. Sementara nilai UNBK di Surabaya menduduki peringkat empat.


Total skor hasil UN tingkat SMP di Surabaya hanya 240,04. Terpaut 0,07 poin dibanding Blitar yang mencapai total skor 240,51. Peringkat tertinggi diraih SMP di Malang. Yakni dengan skor 252,99. Sedangkan peringkat kedua, tersemat pada SMP di Madiun dengan total skor 251,18.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore