
BANJIR PESANAN. Perajin peci sufi, H. Kholil menunjukkan buah karyanya dibanjiri pesanan setiap tahunnya di bulan ramadan, Sabtu (26/5). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perajin peci sufi milik H. Kholil, 43, warga Kampung Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon banjir pesanan selama ramadan. Peci jenis sufi buatannya banyak mendapat pesanan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri.
Jenis peci salat buatan Kholil berbeda dengan peci pada umumnya. Peci sufi buatannya lebih tinggi antara 8 hingga 21 cm. Corak dan warnanya pun beragam. Dari mulai polos hingga motif tertentu.
Kholil mengaku, karena banyaknya pemesan peci sufi untuk digunakan saat lebaran, dirinya terpaksa harus menutup pesanan karena tidak sanggup memenuhi jumlah produksi.
"Setiap Ramadan jumlah pesanan selalu meningkat, sampai-sampai nggak bisa dikerjakan. Pemesanan banyak dari kota-kota besar di Indonesia, seperti Sukabumi, Bogor, Riau, Aceh, Kalimantan," ujarnya kepada JawaPos.com saat ditemui di rumahnya, Sabtu, (26/5).
Kholil mengatakan, proses produksi peci sufi buatannya masih dibuat secara manual. Sehingga bila pemesanan peci meningkat, dia belum mampu memenuhi pesanan dengan jumlah banyak.
Setiap harinya ia mampu memproduksi 8 hingga 12 peci sufi. Namun, di Ramadan seperti ini kebutuhan permintaan meningkat hingga tiga kali lipat. Biasanya, kata Kholil, pemesan peci sufi ingin dipakai di hari raya.
"Kebanyakan pemesan ingin dipakai saat di hari lebaran. Karena dikerjakan lima orang, akhirnya kami kewalahan," ungkapnya.
Dari tahun ke tahun pesanan peci sufi semakin merambah ke kota-kota besar, bahkan permintaan datang dari luar negeri seperti Turki dan Taiwan.
Menurut Kholil, pangsa pangsar peci sufi cukup besar di Indonesia. Apalagi, saat ini sudah ramai penjualan melalui online. Hanya dengan memasang produk melalui akun pasar online, permintaan banyak dari berbagai daerah.
"Ramadan ini tiga kali lipat pemesanannya. Jadi, sementara ini kami tutup pesanan. Karena tidak bisa menyelesaikan semua pesanan," katanya.
Harga jual peci sufi, Kholil membandrol dengan harga sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 100 ribu. Pemesan pun bisa menyesuaikan selera ukuran, tinggi, warna, serta motif peci sufi.
Usaha peci sufi, Kholil sudah menggelutinya selama 10 tahun lebih. Model dan kekhasan peci sufi buatannya tak pernah berubah. Kekhasannya terletak pada kuncir dan bagian atasan peci.
Kholil mengaku, peci buatannya adalah peci sufi khas model Indonesia. Berbeda dengan buatan Timur Tengah, peci sufi buatannya tidak rata di bagian atasnya.
"Kalau buatan di timur tengah bagian atasnya rata dan ukurannya lebih tinggi," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
