Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 04.00 WIB

Tinja Diubah Menjadi Air, Siap Untuk Dijual?

Pengolahan tinja menjadi air bersih. - Image

Pengolahan tinja menjadi air bersih.

JawaPos.com - Sempat terpikir, apakah tinja yang merupakan adalah zat pembuangan akhir makhluk hidup bisa diolah menjadi air bersih? Ternyata itu mungkin. Dengan Andritech System, tinja benar-benar digunakan menjadi air bersih.


Teknologi ini dikembangkan oleh Andri Oba, yang merupakan lulusan Universitas Gajah Mada (UGM). Setelah belum lama didatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pengembang teknologi ini mengatakan bahwa alatnya siap diproduksi massal.


"Alat ini mudah dan tidak membutuhkan tenaga ahli khusus (profesional). Teknologi ini juga tidak membutuhkan power atau tenaga listrik yang banyak," katanya, di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat, Jumat (25/5).


Ia menjelaskan, teknologi pengubah tinja menjadi air bersih ini siap bila diproduksi massal, salah satunya dengan B to B (business to business). Bila ada permintaan dari perusahaan, lanjut Andri, ia siap untuk menjualnya.


Andri optimis teknologi yang dikembangkannya akan semakin besar. Sebab, selain tidak membutuhkan power yang besar, pemakaiannya juga mudah. Cukup dengan dua orang, Andritech System sudah bisa digunakan.


"Sebetulnya untuk pengubah tinja menjadi air bersih, satu orang saja sudah cukup. Tapi, minimal dua orang kita recommend, jadi satu bagian operator dan lainnya menjadi helper," tuturnya.


Mengenai perawatan, alat ini dikatakan Andri tidak sulit bila dilakukan maintance. Hal ini karena sudah ada control yang mudah dilihat dan dilakukan perawatan. "Monitoringnya juga hanya butuh beberapa saat dan bila didiamkan juga tidak masalah," lanjutnya.


Alat ini pula, lanjut Andri, sudah R3 (Recovery, Reduce, Recycle). Oleh karenanya, Andri juga siap bila pemerintah menginginkan teknologinya. "Saya siap bila pemerintah ingin bekerjasama, dengan MoU misalnya. Tapi tentu harus ada regulasi dan persyaratan yang harus dipatuhi. Saya bisa mengolah tinja menjadi air bersih karena ingin agar kerusakan lingkungan berkurang dan teknologi ini bisa dinikmati masyarakat," tuturnya.


Sebelumnya, Androtech System sudah ia kembangkan sejak 2007 dan diaplikasikan pada 2015. Dengan investasi sekitar Rp 1 miliar, Andri bisa menciptakan teknologi dimana zat pembuangan akhir menjadi air yang layak digunakan.


"Untuk investasi, sebenarnya tergantung kapasitas. Tapi, bila dibandingkan teknologi lain, alat kami lebih murah dan local content-nya lebih dari 85 persen. Tapi, untuk alat ini, sekitar Rp 1 miliar lah, tidak sampai triliunan. Intinya, kalau kapasitas semakin besar, biaya juga semakin tinggi," jelasnya.


Terakhir, Andri mengungkapkan bahwa belum lama, alatnya sudah di publikasi ke Rumah Sakit. "Belum lama juga sedang publikasi ke RS. Sekarang, alat ini hanya prototype untuk limbah tinja. Untuk air sungai yang kotor atau air di selokan, sedang dijajaki dan baru ingin didesain. Kami kemarin baru test fisik ke sana," tutup Andri.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore