
Ilustrasi pesawat Lion Air
JawaPos.com - Maskapai Lion Air buka suara perihal kasus penundaan panjang (long delay) pada pesawat rute Bandar Udara Udara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (SUB) tujuan Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (PKY) bernomor JT680. Masalah tersebut kini disebut telah diselesaikan.
Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan yang seharusnya lepas landas pukul 09.50 WIB itu terjadi penundaan karena adanya masalah teknis, yaitu sistem pengatur tekanan udara yang terganggu.
"Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalannya. Kami akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu. Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, pilot berkoordinasi dengan pengelola lalu lintas udara, pengelola bandar udara serta layanan darat (ground handling) dan memutuskan untuk mendarat kembali di bandar udara keberangkatan Juanda (return to base/ RTB)," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (25/5).
Dia menjelaskan, saat insiden itu terjadi pilot telah mendaratkan pesawat sesuai dengan standar prosedur penerbangan. Seluruh 123 penumpang dewasa, satu anak-anak, satu bayi serta tujuh kru mendarat dengan selamat.
"Seluruh penumpang diturunkan (disembark) ke ruang tunggu keberangkatan (boarding gate) dengan mendapatkan layanan terbaik dan informasi terbaru. Pesawat Boeing 737-900ER (B739) registrasi PK-LJF sebelum mengudara pada nomor JT680 dinyatakan laik terbang," imbuhnya.
Selanjutnya, penerbangan tersebut diterbangkan kembali menggunakan jadwal terbaru JT680R pada pukul 12.40 WIB, dengan pesawat Boeing 737-900ER beregistrasi PK-LHS. "Lion Air menegaskan, bahwa pesawat registrasi PK-LHS saat dioperasikan dalam kondisi aman (safety) untuk penerbangan menuju Palangkaraya," sambungnya.
Guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan, kata Danan, pilot kembali berkoordinasi dengan pengelola lalu lintas udara, pengelola bandar udara serta ground handling dan memutuskan untuk RTB dikarenakan alasan teknis.
"Semua penumpang dan kru dalam kondisi selamat. Penumpang disembark dan kembali ke ruang tunggu. Untuk memberikan layanan, Lion Air memberikan kompensasi berupa makanan ringan (snack) dan air mineral," jelas dia.
Usai insiden tersebut, terdapat 28 orang memutuskan pengembalian dana secara tunai (refund cash) dan dua orang mengatur jadwal kembali di hari berikutnya (reschedule).
"Lion Air telah menerbangkan JT680R dengan menggunakan pesawat lain, yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGU pada pukul 14.42 WIB. Lion Air juga menginformasikan, pada rute sebaliknya dari Palangkaraya – Surabaya bernomor JT681, seluruh 207 penumpang telah mendapatkan penanganan terbaik dan telah diterbangkan hari ini (24/ 5) dengan jadwal keberangkatan terbaru," kata dia.
"Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
