
PT Pos Indonesia Regional IV Jakarta
JawaPos.com - Masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan menerima dan mengirim barang saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Biasanya, perusahaan jasa ekspedisi akan kebanjiran paket untuk dikirimkan. Sehingga perusahaan harus memiliki antisipasi tersendiri untuk menangani lonjakan tersebut.
Namun, PT Pos Indonesia Regional IV Jakarta tidak memiliki antisipasi seperti yang dibutuhkan kantor ekspedisi lainnya. Mereka masih terlihat santai menghadapi tren pengiriman saat Lebaran. Alasannya, masyarakat mulai ramai menggunakan fasilitas pos dua minggu sebelum lebaran.
Kepala SDM PT Pos Indonesia Regional IV Jakarta Dadang mengatakan, peningkatan outgoing barang akan terjadi H-14 hingga H+14 Lebaran. Saat ini, pihaknya masih bekerja situasional seperti hari-hari biasanya.
Setiap tahunnya, meski terjadi peningkatan volume pengiriman barang, tidak pernah ada penambahan personel. Mereka cukup memberlakukan sistem lembur dengan jam kerja yang tidak menentu.
"Kayaknya nggak ada, setiap tahun nggak ada (penambahan personel). Kalau memang volume-nya tinggi, paling lembur-lembur," ujar Dadang kepada JawaPos.com di kantornya, Jalan Lapangan Banteng Utara, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).
Itulah kenapa, tambahan jam kerja tambahan itu belum pasti. Semua tergantung dengan melihat seberapa krusial load pekerjaan di perusahaan. "Kita kan melihat volume, kita nggak bisa menentukan hari ini lembur nggak. Kalau volume hari ini tinggi, tergantung pengajuan manajer masing-masing, ini lembur, ini lembur, berarti kita berapa orang," tuturnya.
Sayangnya, ketika JawaPos.com meminta data volume barang yang dikirimkan pada Ramadan dan Lebaran 2017 lalu, Dadang tidak bisa memberikannya. Dia beralasan baru bekerja di Kantor Pos cabang ibu kota tersebut. "Saya baru di sini makanya tadi kan lebih baik di bawah (minta datanya)," tandasnya.
Sementara itu, Manajer Outgoing PT Pos Indonesia Regional IV Jakarta Nana Sumarna pun belum bisa memberikan data. Menurutnya, saat ini data belum disiapkan. "Sekitar 800 paket yang keluar saja," singkat Nana pada kesempatan yang sama lalu meminta JawaPos.com datang di lain kesempatan.
Masih berupaya mencari data, JawaPos.com mendatangi ruangan Kepala Regional IV PT Pos Indonesia yang kini ditempati oleh Batu Binumbun Sianturi atau yang akrab dipanggil Binsi. Namun, seorang sekretaris melarang JawaPos.com menemui atasannya tersebut meski sebentar saja.
"Mau ada rapat, sama-sama punya kebutuhan harusnya ngerti dong, saya sudah lama kerja di sini nggak pernah ada wartawan yang minta meliput,” kata laki-laki yang duduk di depan ruangan Kepala Regional IV PT Pos Indonesia itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
