
Objek wisata Tangkuban Perahu, Jawa Barat
JawaPos.com - Menurunnya minat masyarakat juga wisatawan asing yang berlibur ke Bandung, Jawa Barat membuat Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat gelisah. Apalagi, menjelang liburan lebaran 2018 yang diprediksi sepi dari wisatawan yang ingin berlibur ke Kota Kembang.
Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar menyebut pariwisata di Kota Bandung harus ada perubahan. Hal itu, karena wisatawan sudah merasa jenuh dengan destinasi yang ada.
Berawal dari menurunnya minat masyarakat juga wisatawan asing yang berlibur ke Kota Kembang. Seperti Pasar Baru, pasalnya dulu pusat perbelanjaan Kota Bandung itu sangat diminati. Namun karena tidak ada perubahan dari tahun ke tahun maka timbul rasa jenuh terhadap wisatawan tersebut.
"kita katakan kejenuhan orang. Jadi kita harus bangun destinasi-destinasi baru. Karena dulu orang Malaysia tujuan wisata ya ke Pasar Baru, itu pasti. Tapi sekarang orang berpikir dua kali datang ke sana," kata Herman saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (25/5).
Faktor Pasar Baru Bandung tidak diminati lagi karena, tidak ada perubahan, harga jual di sana pun terbilang naik. Selain itu juga tata kota di sekitar, pun jadi faktor terlebih dengan kemacetan di Kota Bandung. Selain Pasar Baru, Destinasi alam seperti Tangkuban Perahu pun sangat diminati wisatwan. Namun setelah harga tiket semakin mahal, wiswatawan pun berkurang.
"Tangkuban Perahu tiketnya mahal jadi mereka berpikir dua kali. Kalau satu kali datang ya sudah (tidak kembali lagi)," ujarnya.
Dulu, kata Herman, wisatawan dari Malaysia akan datang ke Pasar Baru dan Tangkuban Perahu bisa beberapa kali, dengan wisawatan yang sama. Sehingga, timbul rasa bosan dan jenuh. "Orang datang bisa sampai 4 kali, orangnya itu itu lagi lalu ada kebosanan dan mereka ngomong ke yang lain, itu jadi persoalannya," ungkapnya.
Perihal wisatawan Malaysia dan Singapura menurun, hal itu dilihat dari perubahan jumlah penerbangan dari Kuala Lumpur Malaysia atau Singapura ke Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Berawal bisa beberapa kali penerbangan dalam sehari, anjlok yang hanya satu atau dua kali penerbangan.
"Pariwisata sudah pasti menurun, kita gampang saja lihat penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Bandung hanya 1 kali, kalau dulu 5 kali. Singapura dulu 5 sekarang cuma 2 kali," tuturnya.
Tata Kota Bandung memang bagus dengan banyaknya taman-taman, tempat terbuka hijau dan wisata alam lainnya yang bisa membuat wisatawan tertarik datang ke Bandung. Namun, perihal kemacetan ini persoalan lain yang belum bisa dipecahkan. Hingga kini JawaPos.com mencoba mengkonfirmasi pihak Pemerintah Kota Bandung soal menurunnya wisatawan yang datang ke Bandung.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
