
Kondisi Jalan AP Pettarani Makassar, Kamis (24/5).
JawaPos.com - Pemerintah Kota Makassar bersama PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) akan membangun Tol Layang Jalan AP Pettarani-Jalan Urip Sumoharjo. Proses konstruksi jalan sepanjang 4,3 kilometer itu bakal dimulai dalam waktu dekat.
Proyek tersebut lantas menuai protes dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel). Pasalnya, rencana pembangunan jalan tol tidak diawali dengan konsultasi publik.
"Seharusnya sebelum proyek dikerjakan, harus ada konsultasi publik. publik berhak tahu proyek apa, pemrakarsanya siapa, dananya dari siapa, bagaimana pengelolaan lingkungannya dan lain-lain. Namun hingga kini, kami belum mendapat informasi bahwa pemrakarsa telah melakukan konsultasi publik," kata Direktur Walhi Sulsel Muhammad Al Amin dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com, Kamis (24/5).
Hal mendasar yang dikecam Walhi adalah penebangan ratusan pohon di sepanjang Jalan AP Pettarani. Penebangan pohon untuk kepentingan proyek tersebut dianggap perlu mendapat masukan dan pandangan publik.
"Kami baru tahu bahwa akan ada pembangunan jalan tol setelah ada penebangan pohon di Jalan AP Pettarani. Kami juga tidak mengetahui di mana pihak pemrakarsa akan menanam pohon sebagai pengganti pohon-pohon yang telah mereka tebang," terangnya.
Jalan AP Pettarani merupakan salah satu lokasi yang sering mengalami banjir saat musim hujan. Bila proyek berjalan, genangan air dikhawatirkan akan semakin tinggi. Di situlah pentingnya konsultasi publik agar masyarakat tahu bagaimana model pengelolaan lingkungan yang pemrakarsa tawarkan.
Penebangan pohon di Jalan AP Pettarani sudah pasti akan mempersempit ruang terbuka hijau di Kota Makassar. Maka sudah menjadi kewajiban pemrakarsa proyek untuk mengganti area ruang terbuka hijau tersebut.
"Menurut aturan yang kami ketahui, pihak perusahaan harus mengganti lima kali lipat. Publik harus tahu dimana lokasi pengganti tersebut" jelas Al Amin.
Sementara itu, Direktur Utama PT BMN Anwar Toha sebelumnya pernah menyampaikan bahwa pembangunan bakal memakan waktu 22 bulan. Proyek ini bernilai investasi Rp 2,2 triliun tanpa pembebasan lahan.
"Tol layang AP Pettarani ditujukan agar dapat menjadi ikon baru. Serta dapat mendukung sistem transportasi di Kota Makassar," kata Anwar di sela-sela peninjauan area proyek di simpang empat Jalan AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Rabu (16/5).
PT BMN menggandeng kontraktor Wika Beton dan konsultan Nippon Koei-Indo Koei. Pada akhir Mei ini akan memasuki tahap persiapan. Antara lain berupa pembersihan lokasi, penebangan pohon dan median pembatas. Sementara untuk pengerjaan tanah dimulai pada Juni. Sedangkan untuk pemasangan struktur bawah dimulai satu bulan berselang.
Direktur Teknik dan Operasi PT BMN Ismail Malliungan menambahkan, jalan tol layang dirancang dengan puncak ketinggian 19 meter di atas tanah. Proyek ini menggunakan konsep beton box ginder, yang merupakan teknologi mutakhir untuk konstruksi jalan layang.
Selama pengerjaan konstruksi, pengguna jalan AP Pettarani akan terkena dampak. Sebab kontraktor akan menutup dan membatasi setidaknya 3 lajur utama di sepanjang jalan.
"Penutupan berlaku optimal pada malam hari saat volume lalu lintas lebih rendah. Windows time kontraktor di malam hari. Untuk proses peralihan lalu lintas dan simulasinya sudah disiapkan. Tinggal kami sosialisasikan ke masyarakat," jelas Ismail.
Selanjutnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar Syamsu Rizal memastikan semua perizinan untuk proyek jalan tol layang sudah rampung. Menurutnya, proyek ini sangat urgen untuk diselesaikan. Sebab AP Pettarani merupakan salah satu jalan di Makassar dengan beban volume kendaraan tertinggi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
