Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 19.20 WIB

Pesan Tegas Anies ke Dirut Dharma Jaya Yang Baru Soal Daging

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membuka Jakarta Fair 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. - Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membuka Jakarta Fair 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengganti Direktur Utama PD Dharma Jaya yang sebelumnya ditempati Marina Ratna Dwi Kusumajati. Posisi tersebut kini dimiliki oleh mantan pimpinan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Jawa Barat Johan Romadhon.


Atas pengangkatan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap Johan dapat meneruskan kesuksesan Dharma Jaya yang bergerak di bidang suplai pangan khususnya daging. Dia meminta seluruh kebutuhan warga Jakarta bisa terpenuhi.


"Kita berharap pimpinan Dharma Jaya bisa mengambil pengalaman dari yang sudah ada selama  ini, sehingga mereka bisa mencukupi kebutuhan di Jakarta dengan baik," ujar Anies di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (23/5) malam.


Menurutnya, suplai daging menjadi kebutuhan dasar masyarakat ibu kota yang berasal dari berbagai kalangan. Pemimpin Dharma Jaya yang baru harus mampu mengatasi demand yang tidak dapat diprediksi.


"Kita tahu bahwa di Jakarta ini demand-nya terprediksi. Ada siklusnya. Ada masa di mana naik, turun, dan itu sudah berjalan bertahun-tahun," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu.


Terpilihnya Johan merupakan hasil seleksi yang dilakukan panitia seleksi. Saat itu, ada dua orang yang merekomendasikan diri untuk menduduki kursi pimpinan Dharma Jaya.


Johan berlatar belakang memimpin dua BUMD Jabar, yakni Tirta Gemah Ripah pada 2011-2015. Perusahaan itu fokus mengurus sumber daya air menjadi listrik dan suplai air baku, termasuk air baku yang untuk PDAM DKI dari saluran Citarum Barat, dari Jatiluhur. Kemudian, pada 2015 hingga sebelum dilantik di DKI, dia sempat memimpin Agro Jabar dan anak perusahaannya di bidang agrobisnis.


Sebelumnya, pada Maret lalu, Marina secara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatannya karena kecewa dengan proses pencairan dana public service obligation (PSO) yang terlampau lama. Tak hanya itu, dirinya juga mengeluhkan kerja sama antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI Jakarta tidak berjalan dengan baik, berbeda dengan saat pemerintahan gubernur sebelumnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore