Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Mei 2018 | 02.56 WIB

Rilis 200 Mubalig, Kemenag Diminta Evaluasi Penyiaran Dakwah di TV

Ketua Lembaga Dakwa Nahdlatul Ulama (LDNU), KH. Maman Imanulhaq. - Image

Ketua Lembaga Dakwa Nahdlatul Ulama (LDNU), KH. Maman Imanulhaq.

JawaPos.com – Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Agama, terutama terkait pengumuman 200 mubalig terus mendapatkan sorotan dari sejumlah pihak. Salah satunya, datang dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).


Daripada merilis nama-nama mubalig yang direkomendasikan sebagai penceramah, Ketua LDNU PBNU, KH. Maman Imanulhaq menilai Kemenag sebaiknya mengoreksi tayangan acara keagamaan di televisi yang dinilai masih minim wawasan keislaman.


"Kemenag harusnya proaktif memberi pemahaman kepada manajer dan produser program tentang wawasan keislaman. Sebab, banyak produser acara yang pengetahuanya tentang Islam sangat minim tentang keislaman," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (23/5).


Menurut Pengasuh PP Pesantren Al-Mizan, Kabupaten Majalengka itu mengatakan, sebaiknya Kemenag lebih proaktif memberikan pemahaman kepada manajemen program keagamaan di media.


Langkah tersebut dikatakannya, selain untuk mengevaluasi tayangan program keagamaan yang lebih luas, hal tersebut juga diperlukan sebagai pencegahan program televisi dari penceramah yang berpotensi memecah belah umat.


Maka dari itu, ia menyarankan agar sebaiknya Kemenag mengundang semua produser program keagamaan di seluruh media untuk duduk bersama membicarakan konten program berwawasan keislaman yang luas, tanpa ada ekses memecah belah umat dan mengancam stabilitas bangsa.


"Menayangkan sebuah acara tidak sekedar tuntutan pasar. Bagimana kalau akhirnya acara itu membahayakan bangsa dan negara?. Harusnya ada upaya pencegahan dari sekarang,” tandas dia.


Maman juga mengingatkan para petugas penyuluh agama di lingkungan Kemenag agar meningkatkan kinerja sesuai porsinya. Sebab, diketahui banyak penyuluh agama yang justru menggantikan peran mubalig mengisi ceramah keagamaan. Seharusnya, kata Maman, penyuluh agama memberikan bimbingan kepada penceramah untuk menguatkan pemahaman keislamannya.


“Seharusnya kehadiran para penyuluh agama membuat para mubalig menjadi lebih punya wawasan keislamam dan wawasan keIndonesiaan yang lebih kuat. Ini yang perlu dilakukan penyuluh kepada mubalig," katanya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore