Ilustrasi orang dengan weton kembang setaman. (dok: freepik)
JawaPos.com - Dalam tradisi Primbon Jawa, ada beberapa weton yang dikenal sebagai “kembang setaman,” simbol keindahan dan daya tarik yang memikat, baik secara sosial maupun spiritual.
Weton ini dipercaya memiliki energi khusus yang dapat membawa rezeki dan keberuntungan dalam berbagai aspek kehidupan.
Selain itu, pemilik weton ini sering dikaruniai kepribadian menonjol dan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan banyak orang.
Dikutip dari akun YouTube JENGGO ERPAH pada Rabu (8/4), terdapat delapan weton kembang setaman yang menurut Primbon Jawa dapat mendatangkan rezeki berlimpah.
Mereka yang terlahir di weton ini memiliki neptu 12, yang merupakan gabungan dari Selasa (3) dan Pahing (9). Berada di bawah naungan api dan nuansa Segoro, pribadi ini dianugerahi sifat pemaaf dan berwawasan luas yang memikat.
Keberuntungan finansial mengalir deras bagaikan luasnya samudra, ditambah dengan kemampuan menarik rezeki yang luar biasa. Mereka juga dikaruniai Cakra solar pleksus bumi dan Cakra jantung langit yang memperkuat aura kembang setaman mereka.
Kombinasi neptu 10 dari Selasa (3) dan Pon (7) menciptakan weton dengan karakter yang sangat diperhitungkan. Berada di bawah naungan sanggar Waringin, mereka memancarkan kejujuran dan budi pekerti yang luhur dalam setiap tindakan.
Pribadi ini memiliki prinsip kuat untuk tidak mengambil hak orang lain dan selalu menjunjung keadilan. Aura kembang setaman yang mereka miliki memberikan kemampuan istimewa untuk menarik rezeki dan memberikan pengaruh positif pada lingkungan sekitar.
Dengan total neptu 16 yang berasal dari Rabu (7) dan Pahing (9), weton ini melahirkan sosok yang tenang dan bijaksana. Di bawah naungan Tunggak semi, mereka memegang peran sebagai penyebar keberkahan dengan Cakra jantung bumi dan langit yang mereka miliki.
Keistimewaan mereka terletak pada kemampuan menampung ilmu yang besar bagai wadah tak terbatas. Sejak lahir, mereka telah dibekali daya tarik alami yang membuat usaha mereka selalu lancar.