
seseorang yang mulai makan saat semua orang di meja./Freepik/freepik
JawaPos.com - Pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang sudah duduk rapi di depan hidangan lezat, namun tetap menahan diri untuk tidak menyentuh makanan sampai semua orang di meja makan mendapatkan porsinya?
Di tengah budaya yang serba cepat dan individualistis, kebiasaan kecil ini sering dianggap sepele.
Padahal, menurut psikologi, perilaku tersebut bukan sekadar soal sopan santun atau kebiasaan turun-temurun.
Sikap menunggu semua orang sebelum mulai makan mencerminkan pola pikir, nilai hidup, serta cara seseorang memandang hubungan sosial.
Psikolog melihat kebiasaan ini sebagai sinyal halus dari karakter yang lebih dalam—mulai dari empati, kontrol diri, hingga cara seseorang menempatkan dirinya di tengah kelompok.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (17/1), terdapat 9 ciri kepribadian yang umumnya dimiliki oleh orang yang tidak bisa mulai makan sebelum semua orang di meja mendapatkan makanan, ditinjau dari perspektif psikologi.
1. Memiliki Empati yang Tinggi
Ciri paling menonjol dari orang seperti ini adalah empati. Mereka mampu merasakan ketidaknyamanan orang lain, bahkan dalam situasi sederhana seperti makan bersama. Dalam pikirannya, menikmati makanan sendirian sementara orang lain masih menunggu terasa “tidak enak secara emosional”.
Psikologi menyebut ini sebagai affective empathy—kemampuan untuk ikut merasakan perasaan orang lain. Orang dengan empati tinggi cenderung lebih peka terhadap suasana sosial dan berusaha menjaga kenyamanan bersama.
2. Sangat Menjunjung Nilai Kesetaraan
Bagi mereka, meja makan adalah ruang yang setara. Tidak ada yang “lebih dulu” atau “lebih penting”. Semua orang layak mendapatkan perlakuan yang sama, termasuk dalam hal sesederhana kapan mulai makan.
Nilai kesetaraan ini sering terbawa ke aspek kehidupan lain, seperti dunia kerja atau pertemanan. Mereka tidak nyaman berada di posisi yang terlalu diistimewakan jika orang lain tertinggal.
3. Memiliki Kontrol Diri yang Baik
Menahan diri di depan makanan yang menggugah selera bukan hal mudah. Orang yang mampu melakukannya biasanya memiliki self-control yang kuat. Dalam psikologi, kontrol diri berkaitan erat dengan kedewasaan emosional.
Mereka terbiasa menunda kepuasan pribadi demi tujuan yang lebih besar—dalam hal ini, keharmonisan sosial. Ini juga menjadi indikator kemampuan mengelola impuls dengan baik.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
